AMUNTAI - Meluapnya tiga aliran sungai yang membelah Kota Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) membuat fasilitas pelayanan umum terganggu. Bahkan, banyak rumah warga dan kantor kebanjiran.

Dari pantauan Radar Banjarmasin di Pusat Data dan Informasi Tanggap Darurat Bencana Banjir BPBD HSU, Jumat (3/12) sore, terkonfirmasi sudah 105 desa dan lima kelurahan tersebar di 10 kecamatan terendam air.

Dari pengamatan di Polres HSU, terlihat halaman dan ruang kerja sebagian satuan dan fungsi, tergenang setinggi 30-40 Cm.

Meski demikian, aktivitas pelayanan seperti pembuatan SIM dan pelayanan Samsat yang tak jauh dari Polres HSU, juga berjalan seperti biasa. Pemohon dan taat pajak kendaraan juga tidak sebanyak hari biasa yang datang.

"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Meski melihat ada penurunan jumlah pemohon. Tentu kita memaklumi, sebab kondisi banjir seperti ini. Intinya pelayanan kami tetap aktif," kata Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK melalui Kasat Lantas AKP Jamadiano.

Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi mengatakan, beberapa desa yang berada di bantaran Sungai Tabalong di Kecamatan Amuntai Utara ada yang telah surut. Namun desa yang berada di Kecamatan Haur Gading masih terdampak banjir.

"Posisi Amuntai Utara lebih tinggi. Sehingga air di sana surut, menuju ke kecamatan yang lebih rendah seperti Haur Gading, Amuntai Selatan dan Tengah," sampainya.

Untuk status tanggap darurat bencana banjir saat ini, lanjut Sugeng, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua elemen terkait. Agar koordinasi distribusi bantuan bisa menyasar daerah prioritas bantuan.

"Kades, lurah dan camat bisa melaporkan kondisi warga yang terdampak banjir. Kami sudah distribusikan bantuan bersama Dinsos dan Dinas Ketahanan Pangan HSU ke beberapa kecamatan. Selanjutnya diteruskan ke desa atau kelurahan terdampak banjir," ucapnya. (mar)