BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022, belum lama ini. Anggarannya mencapai Rp1,8 triliun, turun dibandingkan tahun 2021.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menjelaskan, saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) muncul angka Rp1,7 triliun. Lalu, ketika dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar), berubah menjadi Rp1,9 triliun.

“Tapi dalam finalisasi, disepakati turun ke Rp1,8 triliun. Perkiraan defisitnya mencapai Rp291 miliar," sebutnya (3/12).

Alokasi terbanyak diperoleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Tapi ia lupa rinciannya. "Saya lupa, kebetulan lagi rapat di luar," tambahnya via sambungan telepon kepada Radar Banjarmasin.

“Ada tiga fokus untuk tahun depan. Menangani pandemi, pemulihan ekonomi akibat covid, dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir,” jelas politikus Partai Golkar itu.

Ditanya jumlah silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) untuk tahun ini, DPRD masih menunggu laporan pertanggungjawaban dari wali kota.

Tapi, antara tahun 2019 dan 2020, ada penurunan silpa sebesar 6,7 persen. Matnor berharap tahun ini bisa lebih rendah. Baginya, silpa adalah ukuran, apakah pembangunan yang sudah diprogramkan telah dikerjakan atau tidak.

"Silpa pada 2019 sebesar Rp269 miliar. Lalu pada 2020 turun menjadi Rp251 miliar. Harapan kami turun. Kalau tak bisa, setidaknya angkanya sama," tutupnya. (gmp/fud)