BANJARBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ingin segera menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas gelombang dua pada Desember ini. Itu setelah keluarnya rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel.

Kepala Disdikbud Kalsel, M Yusuf Effendi mengatakan, untuk menggelar PTM gelombang dua pihaknya kini sedang menunggu persetujuan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. "Rekomendasi Satgas Covid-19 sudah diterima. Sekarang tinggal menunggu persetujuan gubernur," katanya.

Dia mengungkapkan, pada PTM gelombang dua, semua SMA/SMK dan SLB diusulkan untuk dibuka. "Semua yang belum PTM diusulkan, totalnya 327 sekolah," ungkapnya.

Dirinya memperkirakan persetujuan PTM dari gubernur sudah keluar sebelum tahun ajaran semester genap dimulai. "Sebentar aja (prosesnya), Insya Allah sudah ada persetujuan," paparnya.

Semua sekolah ujar Yusuf, sudah mendapatkan rekomendasi dari satgas. Sehingga semuanya juga diusulkan ke gubernur. "Karena sebelumnya semua sekolah sudah mengumpulkan laporan kesiapan PTM," ujarnya.

Dalam laporan itu ucap dia, sekolah mengisi daftar periksa di aplikasi Kemendikbud. Kemudian, menghimpun surat pernyataan orang tua atau wali terkait kesediaan dilaksanakannya PTM. "Selain itu juga memastikan sudah memenuhi syarat dari Satgas Covid-19," ucapnya.

Syarat Satgas Covid-19 yang harus dipenuhi yakni, mempersiapkan protokol kesehatan dengan baik. Kemudian, memastikan wilayahnya bukan zona merah, serta semua tenaga pendidik dan siswa sudah divaksin.

Menurutnya, semua memang perlu didorong menggelar PTM. Sebab berdasarkan rapat koordinasi yang mereka lakukan dengan semua pihak, pelaksanaan PTM di 30 sekolah piloting dianggap aman.

"Alhamdulillah, berdasarkan laporan koordinator pengawas PTM di sekolah piloting berjalan dengan baik, tanpa ada yang terpapar. Ini modal dasar kita mendorong semua sekolah melakukan PTM serentak," ujarnya.

Sekolah piloting yang sudah duluan menggelar PTM untuk SMA yakni, SMAN 5 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Martapura, SMAN 1 Rantau, SMAN 1 Daha Utara, SMAN 2 Barabai, SMAN 2 Amuntai, SMAN 1 Awayan, SMAN 1 Pelaihari, SMAN 1 Angsana, SMAN 1 Kotabaru dan SMAN 2 Tanjung.

Sedangkan SMK, meliputi SMKN 3 Banjarmasin, SMKN 2 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Rantau, SMKN 1 Daha Selatan, SMKN 1 Barabai, SMKN 2 Amuntai, SMKN 1 Batumandi, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 1 Simpang Empat, dan SMKN 1 Kotabaru.

Kemudian, SLB 3 Martapura, SLB Negeri Pembina, SLB Kotabaru, SLB Kandangan, Balangan dan SLBN 2 Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarbaru Vina Rahmiati menyampaikan, pihaknya sudah mengumpulkan usulan PTM ke Disdikbud Kalsel. "Jadi kami tinggal menunggu rekomendasi untuk melaksanakan PTM," paparnya.

Dia berharap, pada semester genap nanti SMAN 1 Banjarbaru sudah bisa melaksanakan PTM. "Karena kami sudah siap. Sejumlah syarat juga sudah dipenuhi," pungkasnya. (ris/by/ran)