PELAIHARI - Momen Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut (Tala) dijadikan PDAM Tala menggelar Groundbreaking Program Optimalisasi Sarana Air Bersih Perkotaan melalui program National Urban Water Supply Project (NUWSP), Sabtu (4/12) di Halaman Kantor PDAM Tala.

Peletakan batu pertama itu dilakukan langsung Bupati Tala HM Sukamta.

Dalam laporannya, Direktur PDAM Tala Eko Sugiharto mengatakan melalui program NUWSP PDAM Tala akan melakukan perbaikan dan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum perpipaan daerah perkotaan, selain itu juga dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan mendorong investasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dibidang air minum.

"Melalui program ini kita akan mendapatkan pembangunan jaringan perpipaan di wilayah perkotaan, meliputi Kecamatan Bajuin, Kelurahan Sarang Halang, Kelurahan Pelaihari, Kelurahan Karang Taruna dan sekitarnya," sebutnya.

Menurut Eko, PDAM Tala melalui program NUWSP juga akan membangun reserpoir optiker dengan kapasitas 500 kubik, letaknya di Kantor PDAM Tala.

"Selain Reserpoir Optiker, kita juga membangun instalasi pengelolaan air dengan kapasitas 20 liter perdetik di spam IKK Bajuin.

Eko berharap dengan dibangunnya intalasi pengelolaan air di spam IKK Bajuin kualitas pelayanan PDAM Tala bisa menjadi lebih baik.

"Dari program NUWSP kita mendapat bantuan sebesar Rp 33 milyar dan dukungan dari Pemkab Rp 7,4 milyar," sebutnya.

Lebih lanjut Eko menyebutkan, pekerjaan jaringan perpipaan sudah dilakukan di beberapa lokasi yaitu Kecamata Bajuin, Kelurahan Pelaihari dan juga Sarang Halang.

"Mudah-mudahan dengan dibangunnya jaringan ini, tingkat kebocoran jaringan perpipaan dapat kita tekan dengan baik. Karena jaringan perpipaan kita sudah berumur kurang lebih 40 tahun," terangnya.

Sementara itu, Bupati Tala HM Sukamta dalam sambutannya mengatakan pelayanan air bersih menjadi pelayanan wajib Pemerintah Daerah (Pemda), karena pelayanan dasar yang harus kita berikan kepada masyarakat.

"Kalau orang tidak makan seminggu masih aman, tetapi orang tidak minum dalam satu minggu sudah dehidrasi dan kolef. Itu menandakan kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan utama bagi kita semua," sebutnya.

Menurutnya, air menjadi hal yang paling urgent dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Tala. Sejak PDAM Tala dapat mengkoneksikan sumber air baku di Bajuin dengan PTPN XIII, sejak itu masyarakat Tala mendapat air bersih yang bak.

"Kadada lagi yang meupload di sosmed, bayar anginnya aja, banyunya kada keluar, kalau keluar suruh bayar kopi mix," ucap Orang nomor satu di Tala.

Selanjutnya Sukamta mengatakan, pihaknya berhasil menyambungkan jaringan perpipaan dari PTPN ke Desa Tungkaran hingga Desa Panjaratan.

"Kalau tidak salah dana yang digunakan Rp 24 milyar," terangnya.

Lebih lanjut dia menerangkan terus berupaya untuk mencari sumber air baku di Kabupatan Tala agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal di seluruh wilayah Bajuin dan Pelaihari.

"Nantinya sumber air di embung Desa Riam Pinang akan dijadikan sumber air baku selanjutnya, karena airnya sangat bagus dan jernih," tuturnya.

Selain itu, juga sedang dibangun embung di Kecamatan Bajuin yang berada di Desa Sungai Bakar.

Setalah itu, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tala HM Sukamta disaksikan oleh Forkopimda Tala, Kepala DPUPRP Tala, Asisten II Setda Tala, Kepala Bappeda Tala dan seluruh tamu undangan. (sal).