BANJARMASIN - Pemprov Kalsel masih optimis mampu mencapai target vaksinasi hingga 70 persen sebelum tahun berakhir. Awal Desember ini, capaian vaksinasi masih di kisaran 50 persen.

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim menjelaskan, sisa waktu kurang dari sebulan ini akan digencarkan terutama di kabupaten yang pencapaiannya masih di bawah 30 persen.

Dia menyebut Kabupaten Banjar. Di sini cakupannya masih terbilang sangat rendah, di bawah 30 persen. “Kami dalam setiap rapat koordinasi selalu membahas solusi tercepat. Termasuk dengan mencontoh kebijakan pemerintah daerah yang berhasil melampaui target vaksinasi 70 persen,” katanya.

Menurut Muslim, untuk bisa mengejar target vaksinasi dengan cakupan 70 persen, tak hanya pemprov yang harus gencar. Akan tetapi perlu juga upaya dari pemerintah kabupaten dan kota. “Kabupaten dan kota juga harus lebih giat dan aktif. Tanpa kerjasama tak akan berjalan maksimal capaian vaksinasi kita,” sebutnya.

Dia mengungkap, sampai awal Desember ini, baru dua daerah yang sudah mampu mencapai target vaksinasi di atas 70 persen. Yakni Banjarmasin dan Banjarbaru. “Kabupaten Tanah Bumbu juga cakupannya sangat bagus, sudah hampir mencapai 70 persen atau sekitar 68 persen,” bebernya.

Sedangkan 8 kabupaten lain cakupan vaksinan rata-rata berkisar 40 persen. “Kabupaten Banjar yang memang perlu terus dimasifkan lagi,” katanya.

Pemprov mengklaim sudah cukup gencar. Dari pelaksanaan vaksinasi massal yang melibatkan semua elemen, hingga program vaksinansi bergerak dengan menyasar 13 kabutpaten dan kota se Kalsel. Tak tanggung-tanggung, vaksinasi bergerak ini dilakukan selama dua kali. “Kami optimis sampai akhir tahun target 70 persen bisa tercapai,” tukasnya.

Muslim menambahkan untuk mengejar targer 70 persen, tak hanya butuh upaya dari pemerintah, namun juga perlu kesadaran masyarakat. “Persoalan vaksin ini masih banyak yang menentang, kabar-kabar tak jelas terhadap dampaknya membuat warga takut. Padahal tak ada dampak, malah dengan divaksin kita bisa terlindungi dan lebih kuat. Tapi ini lah tantangannya,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Oktober lalu, Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kalsel meminta pemerintah daerah meningkatkan percepatan vaksinasi di Kalsel. Saat itu dia langsung mendengar cakupan vaksinasi per 21 Oktober baru mencapai 34,37 persen untuk dosis pertama dan 20,53 persen untuk dosis kedua.

Dia meminta jajaran pemerintah daerah di Kalsel bekerja sama dengan Polres dan Kodim untuk mempercepat vaksinasi agar dapat memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. “Akhir tahun ini, akhir Desember kita berharap 70 persen warga kita sudah tervaksin. Tadi saya mendapatkan laporan bahwa di provinsi, kabupaten, dan kota yang ada di Kalsel baru mencapai 33 persen,” ujarnya. (mof/by/ran)