BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kantor Regional (Kanreg) VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin, kemarin (6/12) mulai menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Bertempat di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, SKB dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Para peserta wajib mengenakan masker, jaga jarak dan memeriksa suhu tubuh.

Kembali digelar dengan sistem Computer Asisted Test (CAT), total ada 879 peserta yang mengikuti SKB. Yakni, 739 orang di Gedung Idham Chalid dan 140 lainnya tersebar di sejumlah Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) di luar Kalsel.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Hendra Saputra mengatakan, khusus di Gedung Idham Chalid, SKB dilaksanakan hingga Selasa (7/11). "Dalam sehari ada empat sesi. Setiap sesinya diikuti oleh 100 peserta," katanya.

Dia mengungkapkan, karena masih di tengah pandemi Covid-19 pelaksanaan SKB tetap menerapkan protokol kesehatan. "Di pos pertama ada pengukuran suhu tubuh dan tempat cuci tangan," ungkapnya.

Kemudian di pos 2, kata Hendra, para peserta melakukan registrasi awal dan menitipkan barang bawaan. Seperti tas, ponsel, dompet dan lain-lain. "Peserta hanya boleh membawa kartu ujian dan pensil," katanya.

Ditanya apakah ada peserta yang tidak mengikuti SKB lantaran sakit, dia menuturkan, hingga sesi dua kemarin semua peserta hadir. "Kalau ada yang sakit, boleh melapor ke kami sebelum ujian. Lalu kami laporkan ke BKN untuk dijadwalkan ulang," tuturnya.

Pada seleksi CPNS 2021 sendiri, hanya ada 421 formasi yang tersedia di Pemprov Kalsel. Terdiri dari, 232 untuk kategori tenaga kesehatan, dan 189 di kategori tenaga teknis.

Kepala BKD Kalsel, Sulkan menyampaikan, selain menerapkan protokol kesehatan untuk peserta, pada SKB kali ini pihaknya juga melakukan proses sterilisasi ruangan di setiap pergantian sesi. "Antar sesi kami lakukan sterilisasi. Jadi setiap selesai disemprot dengan disinfektan," paparnya.

Digelar di tengah pandemi, BKD juga memastikan seluruh peserta dalam kondisi negatif Covid-19 untuk melangsungkan ujian. Apabila ada yang sakit, pihaknya telah menyediakan ruangan khusus untuk peserta.

"Kalau ada peserta yang sakit tapi masih bisa melaksanakan ujian, kami ada ruangan tersendiri. Masih ada kesempatan, jadi tidak otomatis gugur," pungkasnya. (ris/by/ran)