PARINGIN - Ekspose laporan akhir studi kelayakan pengembangan RSUD Balangan, digelar Bappedalitbang setempat bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Di aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan. Selasa (07/12).

Mewakili Bupati Balangan, ekspose laporan akhir studi kelayakan pengembangan RSUD Balangan dibuka resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Balangan, Erwan Mega Karya Latif. Dihadiri Direktur RSUD Balangan, drg Sudirman dan jajaran serta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dan BPJS Kabupaten Balangan.

Koordinator Peneliti LPPM ULM Banjarmasin, Nurfansyah mengatakan, studi kelayakan dilaksanakan sebagai acuan rencana selanjutnya. Untuk mengetahui kelayakan suatu proyek yang akan dikerjakan, baik keunggulan maupun kelemahannya.

"Studi kelayakan sebagai landasan rekomendasi lanjutan, apakah layak atau tidak pembangunan untuk dilanjutkan,” ucapnya.

Nurfansyah menyampaikan, dalam studi kelayakan akan dikeluarkan surat rekomendasi kelayakan untuk bangunan struktur dan operasional rumah sakit yang nantinya dikembangkan. Yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan keadaan Rumah Sakit Kabupaten Balangan.

"Sasarannya, studi kelayakan ini nantinya menjadi acuan dan konsep dasar pembangunan Rumah Sakit Balangan,” jelasnya.

Nurfansyah menjelaskan untuk penambahan bangunan, melihat kondisi bangunan saat ini yang masih kurang dari fasilitas seharusnya.

Selanjutnya, untuk penambahan lahan parkir, Nurfansyah mengatakan parkir yang ada ukurannya sempit sehingga perlu adanya luasan lahan.

"Sangat sempit sekali untuk lahan parkirnya, sangat diperlukan untuk penambahan luasan parkir di rumah sakit,” bebernya. (why)