BANJARMASIN - M, 9 tahun, diduga hampir saja menjadi korban penculikan. Pelajar ini bersekolah di Kuin Utara dan tinggal di Alalak Utara.

Peristiwa itu terjadi Senin (6/12) pagi. Kemarin (7/12), ibunya melapor ke Polsek Banjarmasin Utara.

Seperti biasa, Munawarah mengantarkan putrinya ke sekolah dengan berjalan kaki. Jarak antara rumah dan sekolah hanya 300 meter.

"Kalau bukan saya, kakaknya yang mengantar. Kebetulan, pagi itu anak yang terkecil mau jajan ke warung. Saya tak menyadari M sudah jalan duluan keluar gang," kisah perempuan 40 tahun itu.

Tertinggal cukup jauh, Munawarah buru-buru menyusul. Dia tak mengetahui, M sempat didekati seorang perempuan berambut pirang yang mengendarai sepeda motor matic warna merah.

Tetangga Munawarah, Siti Aidah yang menyaksikannya. "Pas bertemu Aidah, saya baru tahu, anak saya hampir dibawa orang," ujarnya khawatir.

Sejauh ini, Munawarah mengaku tak sedang bermasalah dengan siapapun. Anaknya juga tak mengenakan perhiasan yang mencolok.

Hari itu, M mengikuti ujian di sekolah. "Setelah kejadian itu, anak saya mengaku kepalanya pusing. Tampak sakit. Entah diapakan oleh orang itu. Padahal sebelumnya di rumah masih sehat dan ceria," lanjutnya.

Aidah adalah penyelamat M. Pagi itu, perempuan 40 tahun ini sedang hendak berbelanja ke pasar.

Dia menyaksikan si bocah sudah naik ke atas jok motor. "Orang itu, jelas bukan keluarganya atau orang kampung sini," tegasnya.

Aidah yang curiga kemudian mencegatnya. "Saya tanya: kamu siapa? Dia mengaku-ngaku orang sini. Saya bilang tak kenal. Dan ibunya ada di belakang sedang berjalan. Saya kemudian menarik tangan M, dia membalas menarik saya," kisahnya.

Tarik-menarik pun terjadi. M terdiam mematung, diduga sedang dihipnotis. Untungnya, warga yang melihat lekas mendekat. Perempuan itu kemudian kabur ke arah Alalak Tengah.

"M seperti kesakitan. Tapi saya berhasil menurunkannya. Perempuan itu ketakutan ketika melihat warga berdatangan," lanjutnya.

Selain rambut warna pirang, ciri-ciri lain yang diingat Aidah, usianya berkisar antara 25 sampai 30 tahun.

Tidak mengenakan helm dan masker. Hanya memakai piama. "Memakai baju tidur saja," tutup Aidah.

Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Indra Agung Putra Perdana memastikan anggotanya akan turun menyelidiki.

"Kami sudah mengumpulkan keterangan para saksi. Kami masih menyelidikinya. Apa motifnya ini," ujarnya.

Dia meminta para orang tua untuk lebih waspada. Bukan hanya saat berangkat, tapi juga saat anak-anaknya pulang sekolah. "Awasi, tapi jangan mudah panik," pesannya.

Terpisah, kepala sekolah, Marina Mahdalena memastikan pihaknya akan semakin waspada.

"Setelah kejadian, M langsung melapor ke sekolah. Kami selalu bertukar informasi dengan orang tua dan wali murid," terangnya.

Setahunya, beberapa hari terakhir tak ada kejadian luar biasa di sekolahnya. "Seperti biasa, pada jam 7 pagi, ada guru yang menyambut kedatangan siswa di depan. Kami akan lebih waspada," tutupnya. (lan/fud)