BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang.

Status tersebut ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang berlaku selama 14 hari: sejak tanggal 3 hingga 16 Desember 2021.

Sebelumnya, Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU) sudah lebih dulu menetapkan status yang sama, menyusul adanya peningkatan intensitas bencana di kedua wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Mujiyat mengatakan, dengan ditetapkannya status tanggap darurat maka pemerintah dapat menggunakan dana dari belanja tidak terduga (BTT) yang bersumber dari APBD untuk penanganan kebencanaan.

"Anggaran penanganan bencana juga dapat diambil dari bantuan Dana Siap Pakai (DSP) pada APBN, serta bantuan dari sumber lain yang sah dan bersifat tidak mengikat," katanya, kemarin.

Apabila kejadian bencana semakin meningkat, lanjut Mujiyat, maka status tanggap darurat dapat diperpanjang dengan mengacu pada aturan yang berlaku. “Jika terjadi peningkatan intensitas bencana, maka kita akan perpanjang lagi statusnya,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan adanya penetapan status ini, penanganan bencana di Kalsel bisa lebih maksimal, sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dapat diminimalisir.

Terlepas dari penetapan status tanggap darurat, pihaknya tambah Mujiyat, telah mengirimkan bantuan alat berat untuk membersihkan sisa-sisa banjir di Kabupaten HST.

Selain itu, personel Tim Reaksi Cepat dan Tagana Kalsel juga telah dikirim ke lokasi bencana untuk membantu tim yang disiapkan pemerintah daerah setempat. “Kita sesuai arahan gubernur bergerak cepat membantu penanganan bencana,” papar Mujiyat.

Untuk kondisi saat ini, dia menyampaikan, banjir yang sebelumnya terjadi di beberapa daerah kini sudah surut. Namun menurutnya kewaspadaan harus tetap ada, karena cuaca ekstrem masih berpotensi.

Di sisi lain, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Bayu Kencana Putra menyampaikan, dalam beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Kalsel berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.

Masih tingginya curah hujan ucap dia, membuat sejumlah daerah kembali berpotensi diterjang banjir. Di antaranya, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Tapin. "Sedangkan wilayah Banjarmasin, Tanah Bumbu dan Kotabaru berpotensi banjir rob," ucapnya.

Bayu menjelaskan, tingginya curah hujan karena dipengaruhi oleh tingginya kelembaban di lapisan atas. Serta sedikit masih ada pengaruh dari konvergensi. "Untuk saat ini konvergensi tidak terlalu signifikan di wilayah Kalsel, makanya tidak terlalu banyak wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat," pungkasnya. (ris/by/ran)