AMUNTAI - Kerusakan oprit Jembatan Pinang Habang-Danau Cermin di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, berdampak pada akses jalan yang tersendat, Rabu (8/12).

Gangguan disebabkan oprit jembatan kembali mengalami kerusakan, sehingga arus lalu lintas harus menggunakan sistem rekayasa buka tutup. Baik itu dari arah Kota Banjarmasin menuju Kota Amuntai, ataupun sebaliknya.

Dari pantauan, oprit jembatan di sebelah kanan dari arah Amuntai menuju Kota Banjarmasin, ambles usai diukur, mencapai tiga meter lebih. Sedangkan ukuran lubang pada oprit jembatan, kurang lebih 1 meter persegi.

Kapolres AKBP Afri Darmawan SIK melalui Kasat Lantas AKP Jamadiano membenarkan, keadaan jembatan di Desa Pinang Habang kembali dibuka dengan sistem buka tutup.

"Anggota, relawan patroli jalan raya dan warga setempat, sudah melakukan penjagaan dan melakukan pembagian arus, agar tidak menimbulkan kemacetan," kata AKP Jumadiono.

Sementara itu, Paman Bair, warga Desa Pinang Habang, menyarankan untuk mobil dengan tonase diatas 50 ton untuk mencari jalur alternatif. Sebab ditakutkan dinding jalan terjadi runtuh.

"Kami ukur kedalaman oprit jembatan yang terkikis air mencapai empat meter. Ini sangat bahaya bila ambles makin melebar," sampainya.

Saat ini, memang masih bisa dilalui dengan truk tonase ringan. Meskipun truk dengan tonase berat tetap ada melalui jembatan ini. "Ini jalur trans Kalimantan. Jadi wajar bila mobil yang lewat ramai dan jenisnya beragam," ungkapnya. (mar)