BANJARMASIN - Banjir rob juga menimpa Kecamatan Banjarmasin Timur. Contoh di Jalan Simpang Layang, Kelurahan Sungai Lulut.

Sebelumnya, pemko mengklaim bahwa kawasan itu aman dari banjir akibat kenaikan permukaan air sungai tersebut.

Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hanya memasukkan Jalan Benua Anyar di tepian Sungai Martapura dalam datanya.

Alasannya, normalisasi sungai sudah digalakkan di Banjarmasin Timur. Menyasar sungai-sungai di Jalan Veteran, Kuripan dan Jalan Ahmad Yani.

Klaim itu terbantahkan. Warga Simpang Layang, Ahmad Yani mengatakan, sejak awal ketika rob melanda, permukimannya juga ikut terendam.

Terutama yang berada di tepi sungai. "Mulai pasang sekitar jam 12 malam. Surutnya menjelang sore. Ketinggiannya sekitar 30 sampai 40 sentimeter," sebutnya, kemarin (10/12).

"Syukurnya, genangannya tak lama. Menjelang sore menyurut. Berbeda dengan banjir awal tahun tadi, genangannya bertahan sampai berhari-hari," tambahnya.

Pantauan Radar Banjarmasin, genangan di Simpang Layang tinggal 15 sentimeter.

Tapi, tetap saja warga khawatir, karena mereka masih trauma dengan banjir besar Januari kemarin.

Masih di Banjarmasin Timur, rob juga melanda Gang Haji Asmuni di Jalan Veteran. Kemarin siang, genangan di sana berkisar antara 15 sampai 40 sentimeter.

"Sudah sepekan begini. Tak usah menunggu rob, hujan saja sudah cukup untuk memicu banjir," celetuk salah satu warga gang.

"Di sini, air seperti terkurung. Drainasenya seperti tidak berfungsi. Kemudian, tengok saja Sungai Veteran itu, air diam saja," tutupnya.

Sejak awal rob melanda, Kabid Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Khairul Saleh tak kunjung bisa dikonfirmasi. Kemarin ia juga tak merespons. (war/fud)