BANJARMASIN - November lalu, kasus ini ramai dibincangkan warganet. Dalam foto dan video yang beredar di media sosial tersebut, diduga seorang anak menjadi korban eksploitasi dan kekerasan.

Dugaannya, si anak dipaksa orang tuanya untuk mengemis.

Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin kemudian mengusutnya bersama Camat Banjarmasin Tengah dan Lurah Sungai Baru.

Satpol PP dan kepolisian juga dilibatkan. Hasilnya, Kepala DP3A Banjarmasin, Iwan Fitriadi menyatakan kasus ini sudah selesai ditangani.

"Orang tuanya kami undang, alhamdulillah mau datang. Lokasi pertemuannya di kantor kami, sepekan yang lewat," kata Iwan, kemarin (10/12).

Tindakan yang diambil adalah edukasi. "Dinasehati. Orang tuanya menurut. Berjanji takkan mengulangi perbuatannya," tambahnya.

Jika kekerasan serupa terulang, dia memastikan akan menyerahkan masalah ini ke kepolisian.

"Biar bagaimana pun, kami sudah berupaya sedapat mungkin," tutup Iwan.

Diwartakan sebelumnya, anak ini pernah terlihat mengemis di pertigaan lampu merah Jalan Ahmad Yani kilometer 2, tak jauh dari kantor PDAM.

Seorang warga berinisial EL mengaku juga pernah melihatnya duduk berselonjor di trotoar menjajakan kue.

Ketika fotonya diunggah, EL mendapat banyak pesan. "Ada yang mengaku bertetangga dengan si bocah," ujarnya.

Disebutkannya, anak ini tinggal di Jalan Pekapuran A. "Saya bingung mau melapor ke mana," tambah EL.

Sementara dalam video berdurasi 12 detik itu, anak ini mencoba berontak dan histeris ketika hendak dibopong seorang pria dan perempuan. (war/fud)