BANJARBARU - Meski penerapan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada periode Natal dan tahun baru (nataru) dibatalkan, namun SMA, SMK dan SLB di Kalsel tetap tidak diperkenankan libur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel HM Yusuf Effendi mengatakan, keputusan untuk meniadakan libur nataru tetap berlaku.

"Kita tidak ikut batal seperti pembatalan PPKM, karena kita mengacu Inmendagri dan SE Sekjen Kemendikbudristek. Jadi kita sudah ada surat edaran tersendiri untuk Provinsi Kalsel," katanya.

Instruksi Menteri Dalam Negeri yang dimaksud Yusuf yakni Nomor 62 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan corona virus disease 2019 pada saat Natal Tahun 2021 dan tahun baru 2022. Kemudian Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek bernomor 29 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran menjelang libur Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Karena tidak ada libur nataru, maka ujar Yusuf, penanggalan rapor semester I tahun ajaran 2021/2022 pada tanggal 17 Desember 2021. "Kemudian pembagian rapor semester I dilaksanakan tanggal 7 atau 8 Januari 2022," ujarnya.

Lanjutnya, sementara untuk awal semester II tahun ajaran 2021/2022 dimulai pada 20 Desember 2021. "Lalu libur semester I dari tanggal 10 sampai 15 Januari 2022 dan masuk kembali semester II pada 17 Januari," urainya.

Selain tidak ada libur saat Nataru, Yusuf menegaskan, bagi guru dan tenaga kependidikan tidak diperkenankan mengajukan permohonan cuti dari tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Dia juga mengharapkan kepada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat agar tidak memberikan cuti kepada pendidik dan tenaga kependidikannya selama periode Natal dan Tahun Baru.

"Kita juga mengharapkan agar warga satuan pendidikan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah dengan tujuan yang tidak mendesak selama Natal dan Tahun Baru," tambahnya.

Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Yusuf mengaku menyerahkannya ke sekolah. Karena semuanya sudah diperbolehkan untuk melaksanakannya. "Ada yang mau melaksanakan dari sekarang pun sudah bisa, karena sudah disetujui oleh Bapak Gubernur," bebernya.

Di sisi lain, Kepala SMAN 1 Banjarbaru, Finna Rahmiati mengaku sudah menerima surat edaran dari Disdikbud Kalsel terkait penyelenggaran pembelajaran selama nataru. "Dalam SE itu selama nataru sekolah tetap masuk," katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat baik karena bertujuan untuk menekan kasus Covid-19. "Jadi kami siap untuk melaksanakannya," pungkasnya. (ris/by/ran)