BANJARBARU - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti masih rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 di Banua.

Kepala BPKP Kalsel, Rudy Harahap menilai Kalsel akan kesulitan mencapai target vaksinasi sebesar 70 persen pada tahun ini. Sebab hingga kini capaiannya baru 53 persen.

"Secara keseluruhan vaksinasi di Kalsel akan gagal mengejar target 70 persen jika pemerintah daerah tidak lebih gigih," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Apalagi ujar dia, masih ada sejumlah daerah yang belum berhasil mencapai target vaksinasi harian. "Ini berdasarkan data kegiatan harian vaksinasi minggu sebelumnya," ujarnya.

Ditambahkannya, seharusnya secara harian Provinsi Kalsel melakukan vaksinasi 23.606 dosis, tetapi saat ini baru mencapai 18.859 dosis sehari.

Karena itu, Harahap meminta agar pemerintah daerah lebih gigih lagi melakukan vaksinasi dengan menyerap anggaran yang ada. "Khususnya Banjar, Kotabaru dan Tanah Laut, harus mengejar target vaksinasi di daerahnya masing-masing," pintanya.

Dia menyampaikan, khusus untuk Kabupaten Banjar, seharusnya rata-rata vaksinasi sehari dapat mencapai 7.057 dosis, namun hingga kini masih di bawah itu. "Masih kurang 3.042 dosis sehari," ucapnya.

Kemudian, Kotabaru seharusnya secara harian 2.592 dosis, masih kurang 2.126 dosis. Lalu, Kabupaten Tala yang seharusnya 3.523 dosis masih kurang 1.847 dosis.

"Mereka harus mendorong kegiatan vaksinasi dengan menyerap anggaran dukungan yang tersedia. Dengan demikian, Kalsel tidak lagi masuk daftar provinsi yang gagal dalam mencapai target 70 persen vaksinasi," ujar Rudy.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel HM Muslim mengaku optimis dan akan terus mengejar capaian vaksinasi. "Desember masih belum habis, belum selesai. Kami terus berjuang. Jadi, kami optimis dan terus dikejar," paparnya.

Berbagai cara dan strategi, terangnya terus dilakukan untuk percepatan vaksinasi. "Terpenting, jangan dilihat satu-satu. Karena yang dilihat itu ada tiga indikator," ujar Muslim.

Indikator pertama, ujar Muslim, yakni transmisi penularan yang kini sudah dapat dikendalikan. Kedua, kapasitas respons yang kini telah memadai. "Saat ini BOR Kalsel 0,5 persen, kasus meninggal juga jauh menurun," katanya.

Kemudian ketiga kata dia percepatan vaksinasi. Hal itu dilakukan untuk melindungi masyarakat agar angka kematian dan kesakitan dapat dikendalikan. "Ini salah satu indikasi herd immunity kita sudah mulai terbentuk," ujarnya. (ris/by/ran)