BANJARMASIN - Duel berdarah terjadi di Pasar Lama, Banjarmasin Tengah pada Sabtu (11/12) malam sekitar pukul 21.40 Wita.

Satu orang tewas. Namanya Ahmad Fauzi, warga Jalan Sultan Adam Kompleks Mahligai, Banjarmasin Utara.
Pria 35 tahun itu menghembuskan napas terakhir saat ditangani tim medis Rumah Sakit Ulin.

Dia menderita luka serius di kepala, dada, tangan dan pinggang.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, perkelahian ini tak seimbang. Fauzi harus menghadapi dua orang yang disebut-sebut masih kakak beradik.

Para pelaku baru diketahui nama panggilannya, yakni Een (18) dan Duan (19). Mereka tinggal di Jalan Sulawesi Gang Irian, Banjarmasin Tengah.

Ceritanya, mereka berkelahi tak jauh dari jembatan kembar di Kampung Arab. Dikabarkan, mereka sama-sama membekali diri dengan senjata tajam.

Tak kuat menahan serangan bertubi-tubi lawannya, Fauzi sempat kabur. Tapi ia berhasil dikejar para pelaku hingga tumbang di atas jembatan.

Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan. Menggunakan mobil ambulans relawan Majta, Fauzi dievakuasi ke rumah sakit.

Ketiganya sebenarnya saling mengenal. "Kabarnya karena dendam. Kurang lebih sepekan lalu, si Een ditempeleng Fauzi," kata Noor, warga Pasar Lama, kemarin (12/12).

"Ceritanya, Fauzi sedang mencari-cari seseorang. Kebetulan Een lewat dan menanyakan maksudnya apa. Entah bagaimana, wajahnya langsung ditempeleng," tambah lelaki 35 tahun itu.

Pemukulan itu didengar sang kakak. Panas hati karena adiknya dibegitukan, Duan mencari keberadaan Fauzi. Pada malam yang nahas itu, kebetulan kakak beradik ini melihat lawannya melintas.

Korban selama ini dikenal memang sering membawa sajam ke mana-mana.

"Siapa yang tak tahu dengan korban? Ke mana-mana memang selalu membawa pisau. Dulu juga pernah masuk penjara karena membunuh. Setahu saya juga kakak beradik ini pernah masuk penjara karena perkelahian, tetapi mereka saya lihat tampak baik-baik saja," bebernya.

Menurut keterangan relawan emergency, Ipul yang berada di lokasi saat evakuasi, seorang pelaku juga menderita luka. "Katanya dibawa naik motor oleh ayahnya. Polisi juga masih menyisir beberapa rumah sakit untuk mencarinya," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra mengatakan anggotanya masih berada di lapangan.

"Masih dilidik pelakunya, nanti kami informasikan perkembangannya," jawabnya. Gusti enggan mengkonfirmasi kebenaran kabar bahwa kedua pelaku ini kakak beradik. (lan/fud)