BANJARMASIN - Ribuan botol oli disita dari sebuah toko di Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan. Sang pemilik berinisial IK (46) juga diamankan untuk diperiksa.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, Kombes Pol Suhasto melalui Kasubdit 1 Indagsi, AKBP Ridwan Raja Dewa mengatakan, pelumas kendaraan bermotor itu diduga palsu.

Kasus ini berawal dari laporan, terkait dugaan tindak pidana dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada keseluruhannya dan/atau pokoknya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenisnya.

"Dapat laporan, langsung ditindaklanjuti," kata Ridwan, Sabtu (11/12).

Setelah diselidiki, Rabu (8/12), petugas dari Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus menggerebek toko tersebut.
Ditemukan tumpukan puluhan kardus di bagian dalam dan belakang toko. Setelah dibuka, isinya oli berbagai merek yang diduga palsu.

"Jumlahnya 10.128 botol dengan berbagai kemasan merek," sebutnya.

Saat diinterogasi, dalam pengakuannya, IK menyebut ribuan botol oli itu berasal dari distributor yang berlokasi di Tangerang, Banten.

Tim bergerak cepat, berangkat ke Tangerang untuk pengembangan kasus. Tak sia-sia, di Kelurahan Sukamantari Kecamatan Pasar Kemis ditemukan gudang yang dicari.

"Hasil pengembangan di Tangerang, ditemukan lagi 18.708 botol," tambahnya.

Jika terbukti melanggar pasal 100 dan pasal 102 dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek, maka para tersangka diancam penjara paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar. (gmp/fud)