BANJARBARU - Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel melarang para nelayan melaut, ini dikarenakan cuaca ekstrem bisa berpotensi mengakibatkan gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Syahbandar Perikanan Muara Kintap untuk mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dan gelombang tinggi tersebut.

"Saya meminta agar Syahbandar jangan mengeluarkan surat izin berlayar, karena gelombang di laut Jawa mencapai 4 sampai 6 meter sehingga sangat membahayakan bagi pelaut," katanya.

Dia menyebut, gelombang laut ketika cuaca ekstrem saat ini juga tidak bisa ditebak. Yang awalnya diprediksi cuma satu meter, tiba-tiba bisa mencapai tiga meter saat di laut.

Beruntung, ujar Rusdi, para nelayan yang tersebar di wilayah pesisir di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Barito Kuala sudah memahami kondisi lapangan dengan baik. Sehingga, saat disampaikan kondisi cuaca tidak baik, mereka patuh untuk tidak berlayar.

"Dalam situasi apapun, surat izin berlayar menjadi hal yang sangat penting untuk dipatuhi oleh seluruh nelayan dan pihak terkait lainnya, sebagai upaya keselamatan," paparnya.

Lanjutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel bersama pihak terkait terus memberikan imbauan kepada masyarakat di pesisir pantai, terutama nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca ekstrem saat ini.

Sementara itu, meskipun sebagian besar nelayan tidak melaut, namun ketersediaan ikan di pelabuhan ikan Banjar Raya Kota Banjarmasin saat ini masih cukup aman.

UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin memastikan persediaan ikan laut cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Intensitas hujan tinggi yang terjadi pun diyakini tidak membuat pasokan ikan berkurang.

Plt Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Nadiyah menyampaikan, apabila kapal nelayan tidak ada, pihaknya masih mempunyai cold storage (ruang penyimpanan yang dirancang khusus untuk mempertahankan mutu) berisi ikan beku yang didatangkan dari pulau Jawa.

“Para pelaku usaha pun telah mengestimasi ketersediaan cukup untuk beberapa bulan. Pasokan ikan laut pada Desember ini tidak akan mengalami kekurangan, walaupun libur natal dan tahun baru,” ucapnya.

Meskipun persediaan terjaga, Nadiyah mengatakan saat ini terjadi sedikit kenaikan harga, namun masih dalam batas normal.

Misal untuk ikan peda harganya kini Rp35 ribu, ikan layang Rp18 ribu, ikan selar Rp12 ribu, ikan bandeng sekitar Rp18 ribu, ikan tenggiri Rp55 ribu, ikan slanget Rp10 ribu dan cumi-cumi Rp50 ribu. "Rata-rata ada kenaikan sekitar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu,” kata Nadiyah. (ris/by/ran)