RANTAU – Aksi demo di Jalan Hauling Kilometer 101 Desa Tatakan Kecamatan Tapin Selatan berujung blokade jalan A Yani atau jalan Nasional, Senin (13/12). Dampaknya menimbulkan kemacetan.

Kemacetan terjadi dari dua arah, baik dari arah Banjarmasin ke Hulu Sungai maupun sebaliknya. Sekitar 30 menit jalan nasional tersebut macet total. Berhubung mengalami macet panjang, sebagian pengguna jalan terpaksa melewati jalan hauling untuk lewat.

Salah satu peserta aksi, Trobos Santoso menuturkan penutupan jalan tersebut, memang dilakukan secara spontan dari rekan-rekan sopir karena sedang emosi dan kelaparan. “Sebelumnya tidak ada rencana menutup jalan,” tegasnya.

Ia mewakili para sopir yang menggelar aksi meminta maaf kepada pengguna jalan yang sempat tertahan karena aksi mereka. “Kepada masyarakat dan pihak keamanan, kami meminta maaf terkait penutup jalan tersebut,” ucapnya.

Tuntutan yang dilakukan pihaknya semata-mata hanya untuk membuka jalan hauling yang sejak dua pekan lalu ditutup. Mereka tidak bisa beroperasi. Otomatis tidak ada penghasilan. “Intinya kami meminta tolong kepada semua pihak untuk bisa menyelesaikan masalah antara dua perusahaan tersebut. Jangan sampai warga kecil yang dikorbankan karena konflik tersebut,” tuturnya.

Dandim 1010 Tapin, Letkol Inf Andi Sinrang menuturkan bahwa pihaknya tidak melarang demo atau aksi. Namun jangan mengganggu arus lalu lintas lagi. Kalau itu terjadi maka akan berurusan dengan pihaknya. “Antara aksi yang dilakukan dengan blokade jalan nasional tidak ada hubungannya,” tegasnya.

Kapolres Tapin, AKBP Pipit Subiyanto mengakui bahwa massa sempat bereaksi menutup jalan nasional. Namu, situasi sudah kondusif dengan kembali ke tempat aksi. “Tugas kami pengamanan supaya situasi berjalan dengan aman dan kondusif. Kami pun mendampingi masyarakat yang melakukan aksi agar berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Aksi demo ini dilatarbelakangi salah satu perusahaan yang menutup jalan hauling menggunakan mobil besar 13 Oktober lalu. Sempat negosiasi, tapi tetap tidak ada titik temu. Seiring berjalannya waktu, pada 27 November penutupan jadi permanen dengan menggunakan portal.

Selasa 7 Desember para sopir dan pekerja tongkang mengirim surat terbuka ke Presiden. Kemudian 8 Desember, DPRD Tapin melakukan mediasi antar dua perusahaan di kantor dewan.

Pada 12 Desember, aksi juga dilakukan di tol gate Desa Suato Tatakan oleh perusahaan yang satunya karena jalan hauling di sana juga ditutup. Sementara 13 Desember kemarin aksi besar di jalan hauling sampai blokade jalan nasional dilakukan.(dly/gr/dye)