Jumlah bangunan fasilitas pendidikan yang terendam banjir rob terus bertambah. Di SDN Alalak Utara 1 misalkan, bukan hanya lantai kelas, buku-buku juga terendam air.

***

BANJARMASIN - Kemarin (13/12) siang, genangan sudah menyurut. Menyisakan lumut dan lumpur di halaman sekolah di Jalan Alalak Utara, Banjarmasin Utara tersebut.

Kelas sudah dibubarkan. Dan anak-anak keluar menjinjing sepatu sambil cekikikan.

Ketika Radar Banjarmasin menengok ke dalam, tampak lemari-lemari kayu yang berada di atas bangku siswa.

Sang kepala sekolah, Marina Mahdalena menuturkan, lemari itu baru saja dibeli, tapi sudah keburu terendam banjir. "Makanya kami letakkan di atas kursi agar tak terendam air," ujarnya.

Lemari itu mungkin bisa diselamatkan, tapi tidak dengan fasilitas sekolah lainnya.

Seperti pendingin ruangan, proyektor, pengeras suara portabel, berkas, hingga buku-buku yang terlambat diselamatkan.

Mahdalena tak menyangka, banjir tahun ini bakal menyasar bangunan sekolah yang sudah ditinggikan.

"Biasanya, air tak pernah memasuki bangunan di sisi kanan sekolah. Makanya kami letakkan barang-barang elektronik di sini. Ternyata, airnya merembes juga," ungkapnya.

"Proyektor dan LCD itu rusak. Harganya Rp7 juta per unit. Belum termasuk yang lain. Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah," sebutnya.

Kerusakan ini sudah ia laporkan ke Dinas Pendidikan Banjarmasin.

Karena saban tahun kebanjiran, Mahdalena berharap ada bantuan pembangunan kelas baru. Minimal mendongkrak kelas yang ada. "Setidaknya ada empat kelas yang perlu ditinggikan," ujarnya.

Posisi keempat kelas itu memang lebih rendah. Lantainya juga masih dari papan. Di kelas II B dan III B bahkan plafonnya sudah bocor jika ditimpa hujan deras.

"Sepekan ini kami kewalahan membersihkan sisa-sisa banjir. Termasuk mengeringkan berkas dan buku yang basah," timpal wali kelas III B, Risnawati.

Rob dimulai selepas isya sampai dini hari. Ketinggian air bisa mencapai 40 sentimeter. "Di dalam kelas sudah sedengkul. Syukur tak sampai mengganggur belajar. Karena paginya sudah surut," kisahnya.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Bina SD Disdik Banjarmasin, Nuryadi membenarkan, terjadi penambahan jumlah sekolah yang terdampak rob. Sebelumnya terdata 80 SD, sekarang sudah hampir 90 SD.

Dan salah satu yang paling merugi adalah SDN Alalak Utara 1. "Karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Alalak," ujarnya.

Perihal bantuan, Nuryadi menyatakan Disdik masih mendatanya. "Dua hari terakhir, banjir sudah tak setinggi sebelumnya. Semoga tak ada lagi sekolah yang terdampak," pungkasnya. (war/fud)