BANJARBARU - Ani, nenek berusia 60 tahun ini tinggal sebatang kara di wilayah Jalan Golf Komplek Wengga 3 kelurahan Syamsuddin Noor Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru.

Ia tinggal sendiri tanpa sanak keluarganya belasan tahun sudah. Hal ini disebabkan oleh suaminya yang meninggal dunia kurang lebih 13 tahun silam. Bahkan, kini Ani terbaring lemah sakit atas penyakit yang dideritanya.

Kemarin, tim dari Radar Banjar Peduli atau RBP (sayap sosial Radar Banjarmasin) mengunjungi kediaman Ani. Rumah yang ditempati Ani sekarang ini berstatus pinjaman cuma-cuma oleh tetangganya.

Dari hasil kunjungan sekaligus assesment, Ani rupanya punya harapan dan keinginan besar untuk bisa bertemu keluarganya. Yang mana keluarganya khususnya saudara-saudaranya yang menurut ceritanya tinggal di Jakarta.

"Benar, jadi beliau kepengin sekali bisa bertemu dengan keluarganya. Beliau meminta tolong bisa dipertemukan dengan saudara-saudaranya di Jakarta, informasinya di wilayah Kampung Betawi," kata pengelola RBP, Nurhayah.

Ani sendiri lahir di Jakarta tahun 1962 silam. Saat itu ia tinggal di Gang Betet Jembatan V Jakarta Barat atau dengan patokan di belakang bioskop Dewi.

Rony merupakan nama almarhum suami Ani. Semenjak menikah dengan pria Kalimantan ini, Ani memutuskan merantau ke Banjarmasin dan sempat tinggal di sana hingga pindah ke Banjarbaru.

"Selama suami beliau masih ada dan hingga meninggal, beliau belum dikaruniai anak sehingga sekarang di sini tidak ada sanak keluarga sama sekali. Beruntung, tetangga beliau berbaik hati meminjamkan tempat tinggal dan sejumlah bantuan," kata Nurhayah.

Dulu Ani diketahui sempat bekerja yakni membuat kue-kue kering. Kue tersebut ada yang merupakan pesanan orang dan ada juga yang dijualnya di depan rumah.

Setelah makin renta dan dalam kondisi sakit pasca operasi penyempitan saluran kencing. Ani tak sanggup lagi untuk bekerja. Alhasil, mau tak mau ia harus mengharap bantuan dari tetangganya untuk bisa menyambung hidup.

"Sekarang kondisinya pemulihan pasca operasi dan beliau juga diabetes. Nah jadi dalam satu pekan itu setidaknya ada tiga kali kontrol ke rumah sakit Ulin. Alhamdulillah juga ada tetangga yang bantu mengantar, termasuk juga ada tetangga yang rutin mendatangi beliau untuk menyuntikkan insulin," paparnya.

Kendati demikian, urusan bantuan transportasi untuk proses kontrol ke rumah sakit kata Nurhayah memang sempat jadi kendala. Oleh karena itu, RBP kata Nurhayah berencana akan membantu dalam moda transportasi untuk proses berobat atau kontrol tersebut.

"Insya Allah kita akan bantu untuk mengantarkan proses berobat atau kontrol dan juga sembari menyebarkan informasi bahwa Nenek Ani ingin bertemu keluarganya di Jakarta dan bisa dipertemukan," pungkasnya. (rvn/ij/bin)