TANJUNG – Ternyata dalam reka konstruksi yang dilakukan jajaran Polres Tabalong pada kasus pembunuhan di sebuah rumah RT 03 Hikun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Rabu (15/12), pelaku dan korban sempat saling berebut pisau.

Korban adalah NR alias Unai warga Desa Wirang Kecamatan Haruai, Tabalong dan pelakunya DY alias Dedy (32), warga Kelurahan Hikun RT 03, Kecamatan Tanjung, Tabalong.

Aksi berebut pisau pun sempat dilakukan mereka hingga bergumul dari kamar tidur korban hingga ruang tamu, sehingga hampir seisi rumah terdapat ceceran darah akibat aksi tragis tersebut.

Pada adegan reka, sebelumnya terjadi aksi rebut senjata tajam kedua sekawan minum obat jenis neomethor, lalu mereka menuju kamar masing-masing. Hanya saja, telpon genggam pelaku tertinggal di kamar korban, kemudian diambil.

Kembalinya ke kamar usai mengambil telpon genggam, ternyata pelaku kecewa melihat pesan Whatshaps dari korban yang berisi, kita kamar masing-masing. Walhasil, membuatnya naik pitam dan keluar mengambil pisau di bawah kamarnya menuju kamar korban.

Pisau di tangan kanan pelaku ditusukan ke bagian perut korban. Luka tusukan pun tidak membuatnya korban menyerah, yang kemudian melakukan perlawanan dengan mencoba merebut pisau yang menusuk di tubuhnya.

Aksi saling rebut pisau pun terjadi hingga bergumul di lantai. Mereka berguling dari kamar ke ruang tengah rumah. Namun, pelaku yang berhasil menguasai pisau miliknya, menusukan kembali benda itu ke perut korbannya berkali-kali.

Ternyata penusukan brutal tanpa ampun tetap mampu membuat NR berdiri dan berjalan menuju ruang depan. Dan pelaku yang melihat itu, langsung menusuk punggung korban.

Meski dalam kondisi sempoyongan korban kembali melawan, tapi pelaku yang kesetanan kembali menusukkan pisaunya berkali-kali sambil memegangi baju korban menggunakan tangan kirinya. Melihat kondisi korban masih bergerak dan roboh, pelaku menunggu di sampingnya.

Adegan dilanjutkan pelaku dengan meletakkan pisau berdarah yang dipegangnya dan menyeret jasad ke kamar korban. Kemudian pelaku menuju kamar rekannya DI di kamar lainnya.

DI pun mencoba keluar kamar untuk menelpon ketua RT, namun dihalangi pelaku dengan cara mendekapnya dari arah belakang. DI yang berontak akhirnya bisa keluar rumah dan disaksikan saksi lainnya.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasatreskrim Polres Tabalong, AKP Trisna Agus Brata mengatakan semua aksi kasus pembunuhan brutal terekam ada 26 adegan reka konstruksi. “Alhamdulillah berjalan lancar,” terangnya,” katanya.

Ia menjelaskan, reka itu menghadirkan saksi mata dan saksi pemilik rumah, serta saksi lainnya. Berikut jaksa penuntut umum dan kuasa hukum tersangka Irana Yudiartika.

“Kami masih mengenakan Pasal 338 terhadap tersangka. Bukan tidak mungkin ancaman hukumannya meningkat hingga 15 tahun penjara jika dikenakan pasal pembunuhan berencana,” ujarnya.

Setelah rekonstruksi ini, kepolisian akan segera melimpahkannya ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti. (ibn)