BANJARMASIN - Meski ditindak tilang, truk-truk besar masih saja melenggang di jalan dalam kota pada waktu yang dilarang.

Dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Banjarmasin Nomor 18 Tahun 2009 diatur, angkutan roda enam atau lebih, tidak boleh masuk dan melintas di jalan kota mulai pukul 06.00 sampai 9.00 Wita. Dilanjutkan pada pukul 16.00 hingga 18.00 Wita.

Merasa aturan itu dicueki, pemko berencana memperkuatnya.

Kabid LLAJ di Dinas Perhubungan Banjarmasin, Slamet Begjo mengatakan SK itu bakal dinaikkan. "Nanti bukan lagi SK wali kota, tapi menjadi peraturan wali kota (perwali)," ujarnya kemarin (15/12).

"Di lapangan kami juga sudah bertemu Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). Besok (hari ini) ada pertemuan di Balai Kota untuk membahasnya," tambahnya.

Selama ini, hanya Satlantas Polresta Banjarmasin yang bisa menindak sopir truk nakal. Sementara Dishub hanya bisa menghalau dan menegur.

"Kewenangan kami memang terbatas. Penindakan masih kewenangan teman-teman kepolisian," jelasnya.

Dia meminta masyarakat bisa bersabar. "Semoga perwali ini bisa diterapkan mulai awal tahun depan," pungkas Slamet. (war/fud)