BANJARMASIN - Bersiap menghadapi banjir, Pemko melalui Bidang Sungai di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, rupanya mengandalkan Sungai Simpang Gusang.

Seperti diketahui, pada awal tahun tadi, banjir besar melanda kota ini. Kawasan paling terdampak adalah Kecamatan Banjarmasin Timur. Selain dipicu curah hujan tinggi, juga akibat kiriman air dari hulu.

Desember ini, cuaca buruk kembali menghantui. Disusul, sejumlah kawasan di Kabupaten Banjar yang saat ini diketahui masih dilanda banjir. Seperti di Pengaron.

Bidang Sungai di Dinas PUPR Kota Banjarmasin memprediksi bakal ada kenaikan air sungai. Puncaknya terjadi sekitar tanggal 2 hingga 10 Januari 2022 mendatang.

"Kami sudah mempersiapkan Sungai Gusang untuk menangani genangan air di permukiman. Kalau terjadi banjir, kami berharap tidak separah awal Januari tadi," ucap Kepala Bidang Sungai di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony, Jumat (17/12).

Thony menjelaskan, saat banjir melanda di awal 2021 tadi, air yang menggenang permukiman tak langsung menuju sungai. Setelah diusut, lantaran banyak sungai yang tak lagi berfungsi.

"Contoh Sungai Gusang, yang semestinya bisa menahan banjir kiriman, malah tidak mampu menampung. Alhasil, selama banjir di Kabupaten Banjar belum surut, selama itu pula di tempat kita tergenang,"  jelasnya.

"Dengan sudah dikeruknya Sungai Gusang, air yang menggenang di permukiman langsung turun, dan terdistribusikan ke Sungai Lulut dan Sungai Martapura. Tidak menetap lama di kawasan permukiman," tuturnya.

Thony juga mengemukakan, awalnya Sungai Gusang itu memang tak nampak. Hanya ada aliran air saja. Namun kini, kondisinya sudah berubah. Sungai sepanjang 1,2 kilometer itu kini memiliki lebar lima meter, dengan kedalaman hampir 2 meter.

"Setelah Sungai Gusang, akan ada lagi yang kami keruk. Seperti sungai di kawasan Simpang Limau. Tahun depan akan dikeruk," ungkapnya.

Disinggung apakah saat ini terjadi kenaikan air? Khususnya di Sungai Lulut atau Sungai Martapura? Thony menyebut, sekarang belum ada kenaikan yang signifikan. "Masih pasang normal,” pungkasnya. (war)