BANJARMASIN – Risiko penyebaran Covid-19 varian Omicron membuat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) memutuskan untuk menunda pemberangkatan jemaah umrah sampai 2022 mendatang.

Keputusan itu menyusul adanya imbauan dari Presiden RI agar masyarakat untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Diharapkan kondisi segera membaik dan pandemi segera berakhir.

“Kami mengutamakan aspek perlindungan jemaah di tengah pandemi Covid-19, terlebih setelah adanya varian baru Omicron,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenag Kalsel) Muhammad Tambrin, Senin (20/12).

Ia tidak memungkiri, penundaan ini menimbulkan rasa kekecewaan dan kesedihan bagi para jemah. Bagaimana tidak, rencana untuk melaksanakan ibadah lagi-lagi harus ditunda. Namun, semua pihak memahami kondisi pandemi yang belum usai, bahkan muncul varian baru, bernama Omicron.

Ia mengimbau jemaah di Banua agar mengikuti kebijakan yang sudah disampaikan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI. Sebab ini menyangkut kebijakan nasional dan internasional untuk menjaga warga negara kita dari penyebaran virus.

“Ada harapan agar tetap berangkat, meski jumlahnya diperkecil. Hendaknya agar bisa memahami dan menaati imbauan tersebut,” ucapnya.

Dikatakan, Kemenag Kalsel akan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait upaya terselenggaranya ibadah umrah yang sehat dan aman. Sehingga para jemaah tetap bisa berangkat menunaikan ibadah tanpa kekhawatiran.

“Penundaan ini tentu keputusan yang pahit. Tapi ini dilakukan demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (gmp)