BANJARMASIN - Prediksi BMKG yang memprakirakan terjadi potensi banjir rob pada tanggal 18 hingga 22 Desember ini, rupanya tidak begitu berdampak di Kota Banjarmasin.

Padahal sebelumnya, pada rentang tanggal tersebut ada potensi air pasang dengan ketinggian maksimum dari 2,5 meter hingga 3 meter. Bahkan, masyarakat yang berada di dataran rendah dan daerah pesisir diimbau untuk mengungsi sementara waktu jika tidak ingin terdampak banjir rob.

Syukurlah, ancaman itu sepertinya tidak begitu berpengaruhi terhadap permukaan air sungai di Kota Banjarmasin. Alias, tidak seperti yang terjadi di awal bulan Desember tadi.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Fahruraji mengungkapkan, ketinggian permukaan air Sungai Martapura masih aman.

Itu berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pihaknya sejak tanggal 18 hingga 20 Desember. "Memang, ada beberapa wilayah yang terendam. Namun tidak separah awal bulan Desember tadi," ucapnya, Minggu (20/12) petang.

Ambil contoh, berdasarkan hasil pengamatan BPBD Kota Banjarmasin pada Minggu (19/12) malam, hingga Senin (20/12) pagi, luapan air atau banjir rob hanya berdampak pada sejumlah kawasan.

Rinciannya, sebagian kawasan di Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, banjir rob yang menyasar permukiman mencapai 5 hingga 10 sentimeter.

Lalu, untuk kawasan Jalan Kelayan B, Kelurahan Kelayan Timur, ketinggian banjir rob mencapai 10 sampai 30 sentimeter.

Kemudian, di sebagian wilayah di Kecamatan Banjarmasin Barat, ketinggian air terpantau sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Itu melanda kawasan Jalan Cendrawasih di Kelurahan Belitung Selatan.

Ada pun untuk sebagian wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur, yang terdampak adalah kawasan Banua Anyar. Ketinggian banjir rob setinggi 5 hingga 10 sentimeter.

"Mulai pasang sekitar jam 9 malam. Kemudian jam 1 malam sudah mulai berangsur surut," jelasnya.

Di sisi lain, seperti diketahui, Sabtu (18/12) malam BPBD hanya mencatat satu kawasan yang terendam. Yakni, kawasan Kompleks DPR di Jalan Jafri Zamzam, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Itu dibuktikan dengan terjadinya ketinggian air yang terpantau di pintu air Masjid Sabilal dan di pintu air yang berada di samping Markas Komando (Mako) BPBD Kota Banjarmasin.

"Ketinggian air di pintu air yang terjadi malam itu, mencapai 145 sentimeter di atas permukaan laut. Kalau normalnya 120 sentimeter. Meski ada kenaikan debit air, tapi tidak sampai masuk ke rumah seperti beberapa pekan tadi," tambah Fahruraji.

Untuk itu, ia meyakinkan bahwa warga tak perlu khawatir. Karena pasang tinggi air sungai juga diiringi dengan kecepatan surutnya air.

Selain itu, berkurangnya dampak banjir rob kali ini, juga dikarenakan sudah mulai bergeraknya satgas kebersihan di masing-masing kelurahan untuk mengembalikan fungsi sungai.

"Jadi, kita berdoa saja semoga prediksi yang dikeluarkan sebelumnya tidak terjadi di Kota Banjarmasin," pungkasnya. (war)