BANJARMASIN - Meski varian Omicorn belum terdeteksi di Kalsel, masyarakat diminta untuk terus waspada. Apalagi jelang momen libur Natal dan Tahun Baru yang membuat mobilitas warga tinggi. 

Pakar di Satgas Covid-19 Kalsel, Hidayatullah Muttaqin mengatatakan masyarakat tak perlu panik namun jangan mengganggap remeh. “Saat ini sangat penting bagi kita meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai terjadi lagi gelombang tinggi penularan seperti yang lalu,” ujarnya kemarin.

Dikatakannya, varian ini memiliki penularan yang sangat cepat dibandingkan varian lain. Yang ditakutkannya, jika sudah menjadi transmisi lokal, maka kemungkinan akan sangat banyak dan cepat jumlah penduduk yang terinfeksi.

“Contohnya seperti yang sudah terjadi di Afrika Selatan dan Inggris. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” tambahnya.

Dia memberi contoh seperti kasus di Afrika Selatan. Di mana jumlah kasus mingguan positif Covid-19 pada minggu kedua Desember sudah sebesar 35 kali lipat kasus di minggu ketiga November. Begitu pula di Inggris, per 16 Desember dikonfirmasi hampir 90 ribu kasus harian. “Bahkan di negeri Ratu Elizabeth ini sudah ada satu kasus kematian terkait varian Omicron,” ingatnya.

Dipaparkannya, kasus varian Omicorn tiap hari terus mengalami lonjakan. Misalnya dari data GISAID (lembaga independen yang kerap melaporkan data Covid-19 dunia), mereka melaporkan per 17 Desember tadi, sudah ada 67 negara di enam benua yang melaporkan kasus varian ini.

Sementara, dari hasil sampel pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS), pada 16 Desember lalu sebanyak 6.766 kasus, berselang se hari, pada 17 Desember, jumlahnya sudah mencapai 8.566 kasus.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim menyampaikan, varian Omicorn tak ada ditemukan di Kalsel. Sampel-sampel yang dikirim ke Kemenkes pun tak ada yang dinyatakan varian ini menulari pasien Covid-19 di Kalsel.

Meski tak ada terdeteksi, dia mengimbau masyarakat selalu menerapkan prokes setiap saat. Dia juga meminta agar semua elemen, khususnya tempat-tempat publik agar menerapkan aplikasi peduli lindungi demi meminimalisir penularan.“Kalau kita lengah, dan menganggap biasa, peningkatan kasus bisa terjadi lagi. Ini tentu bukan yang kita harapkan semua,” ucapnya. 

Dia juga menegaskan, ketika dinyatakan ada varian baru lagi, yakni Omicorn, antisipasi sudah dilakukan pihaknya. Seperti menyiagakan RS, termasuk tempat tidur, obat-obatan hingga oksigen.

Tak hanya itu, pemprov sebutnya akan menyiagakan tempat isolasi terpadu yang sempat difungsikan lalu. “Kita sangat berharap tak masuk ke Kalsel. Makanya, vaksinasi penting untuk menangkal dan memperkuat daya tahan tubuh,” pesannya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, pada Kamis (16/12) tadi mengumumkan satu kasus positif Covid-19 terdeteksi varian Omicorn di Indonesia. Dia adalah deorang petugas kebersihan yang bertugas di RS Wisma Atlet, Jakarta.

Terungkapnya kasus pertama penularan varian Omicron ini berawal dari terdeteksinya tiga orang petugas kebersihan di tempat tersebut. Ketiganya pada 8 Desember lalu dites yang hasilnya positif (Covid-19). “Kemudian, pada 10 Desember dikirim ke Balitbangkes untuk dilakukan genome sequencing," ujar Budi. (mof/by/ran)