BARABAI- Berawal dari pergaulannya dengan para petani di Kelurahan Karang Anyar, Jawa Tengah. Rizky Hafidz M kemudian menjalankan bisnis yang berdampak positif bagi petani di sana. Bisnisnya dinamakan desa organik.

Bisnis ini bergerak di sektor jual beli produk petani. Entrepreneur muda ini membeli produk berupa beras organik dengan harga yang layak sesuai harga dari petani. Kemudian dijual langsung kepada pelanggan. Tanpa melalui tengkulak.

Ide awal munculnya usaha ini dari keresahan Hafidz yang melihat ketidakadilan rantai pasar pada petani. Biasanya, petani menjual hasil produk berasnya kepada tengkulak dengan harga yang murah. Margin harganya bisa Rp 1.000 sampai Rp 3.000. Dengan sistem beli putus, Hafidz membuat harga produk beras itu tidak merugikan petani.

“Kalau lewat tengkulak merugikan petani. Misalkan 1 H sawah petani panen 6 ton lalu ada selisih harga Rp 1.000, kalau dikalikan dengan hasil panen selisihnya sampai Rp 6 jutaan,” kata Hafidz saat berbagi pengalaman dalam diskusi pada kegiatan Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 via Zoom Meeting, Rabu (22/12).

Bisnis desa organik ini mulai dirintis tahun tahun 2021. Kala itu dia baru menyelesaikan kuliah Desember 2020. Bisnis ini dijalankan bersama tim, dan didukung dana oleh investor. Omsetnya kala itu berkisar Rp 11 jutaan.

Singkat cerita, pada bulan Mei 2021 Hafidz mendaftar di program paragon innovation fellowship (PIF). Program ini diinisiasi oleh PT Paragon Technology and Innovation. Dalam program ini anak muda dibina. Mereka yang punya inovasi di bidang sosial dan kewirausahaan diberikan ilmu dan juga bantuan dana.

Hafidz mengikuti innovation fellowship sejak bulan Juli-Desember 2021. Selama mengikuti program ini dia dapat ilmu bagaimana cara mengembangkan bisnis, membuat program bisnis, cara menyelesaikan masalah dalam bisnis dari para mentor.

Selain teori dan ilmu bisnis, Paragon juga memberikan bantuan usaha sebanyak Rp 20 juta untuk mengembangkan bisnis tersebut. “Pembinaan dilakukan secara daring,” kata lulusan Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian UNS (Universitas Sebelas Maret) itu.

Sekarang omset yang didapat Hafidz sudah mencapai Rp 20 juta tiap bulan di tahun 2021. Dia menjual produk beras organik lewat marketplace instagram, dan media jual beli online lainnya. Di masa pandemi seperti ini usahanya laris manis, selain karena banyak orang belanja online. Gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi beras organik juga mempengaruhi.

Hafidz tidak sendiri dia menjalankan bisnis ini bersama tim. Sistem kerjanya nya dibagi dua wilayah ada yang di Solo dan Jakarta. Untuk tim di Solo khusus produksi dan di Jakarta pemasaran. Hafidz tugasnya menjual hasil produk petani tadi. Selain tim produksi dan pemasaran, ada juga tim untuk komunikasi, sosial media, branding.

Sekarang Hafidz sudah bermitra dengan dua kelompok tani di Kelurahan Karang Anyar. Ditambah petani individual kurang lebih 100 orang. “Rencana tahun 2022 saya akan mendirikan commanditaire vennootschap (CV),” jelasnya.

Head of Corporate Communication & CSR Paragon Technology and Innovation, Suci Hendrina menjelaskan selain paragon innovation fellowship ada beberapa program lain yang sedang berjalan, contohnya dua program yaitu program beasiswa dan magang kerja (Paragon Internship).

“PT Paragon Technology and Innovation telah membuka beasiswa kepada lebih dari 5 ribu pelajar dan terus membuka kesempatan belajar lebih banyak lagi kepada mereka,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021.

Hafidz menjadi pemuda yang pintar membaca peluang. Kini bisnis desa organiknya telah berkembang. Kisahnya ini bisa dijadikan inspirasi bagi pemuda lainnya. (mal)