BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin opitimistis, per tanggal 31 Desember 2021, capaian vaksinasi berada di angka 80 persen.

"Artinya, pada tanggal 1 atau 2 Januari 2022 medatang, capaian vaksinasi kita sudah berada di angka itu," tegas Kepala Dinkes Kota Banjarmasin Machli Riyadi, Selasa (21/12).

Hal itu diungkapkannya bukan tanpa alasan. Berdasarkan data, per tanggal 20 Desember tadi, capaian vaksinasi sudah berada di angka 73,09 persen. "Bila berada pada angka 80 persen, maka Banjarmasin berada di atas rata-rata capaian vaksinasi kota yang ada di Indonesia," klaimnya.

Kendati demikian, bukan berarti tak ada lagi kendala yang dihadapi. Machli mengaku, saat ini animo masyarakat untuk bervaksin justru menurun. "Kami tidak mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Apakah karena kasus kita yang nol, sehingga menganggap bervaksin itu tidak perlu, atau bagaimana, kami tidak tahu," keluhnya.

 

Lebih jauh, agar animo masyarakat bisa tumbuh kembali dan capaian vaksinasi bisa memenuhi target, Machli mengaku menambah pos pelayanan vaksinasi. Tentunya, bekerja sama dengan instansi terkait.

"Seperti pelayanan vaksinasi di polsek-polsek bekerja sama dengan TNI dan Polri, kemudian membuka pos pelayanan vaksin di kawasan Duta Mall Banjarmasin," tuturnya.

Selain itu, tambah dia, menggalakkan upaya vaksinasi dari pintu ke pintu. Lalu, memberikan doorprize bagi yang bersedia divaksin, seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu. "Dengan begitu, kami yakin, bisa mendongkrak capaian vaksinasi," ucapnya.

Di sisi lain, malam Natal kini tinggal menghitung hari. Machli menegaskan tak ada larangan bagi umat Nasrani yang ingin merayakan di tempat ibadah. "Kami persilakan. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan aturan di PPKM Level 2. Artinya, hanya 50 persen dari kapasitas," tekannya.

Lebih jauh, untuk antisipasi kegiatan di malam pergantian tahun, dinas kesehatan mewacanakan menggelar Rapid Test Antigen secara acak. Menyasar kawasan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Tentu dalam pelaksanaannya menggandeng instansi terkait, baik itu TNI maupun Polri, juga Satpol PP. Tujuannya, untuk mengendalikan sebaran Covid-19 dan mengantisipasi varian Omicron. Dengan begitu, kita bisa tahu, apakah varian baru itu ada atau tidak di Banjarmasin," pungkasnya. (war)