BANJARMASIN - Ancaman banjir di awal tahun masih membayangi Kota Banjarmasin. Di sisi lain, cuaca ekstrem juga diprediksi bakal terjadi saat memasuki awal tahun 2022 nanti.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Fahruraji membeberkan, puncak musim penghujan diperkirakan akan terjadi pada tanggal 2 Januari 2022.

Itu belum ditambah adanya ancaman kenaikan air Sungai Martapura yang diprediksi oleh Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.

Kenaikan air Sungai Martapura diprediksi terjadi sedari tanggal 2 hingga 10 Januari mendatang.
Berkaca dari hal itu, Fahruraji mengaku sudah menginstruksikan kepada masing-masing camat dan lurah untuk melaporkan di mana saja lokasi yang bakal menjadi posko pengungsian dan dapur umum.

"Selanjutnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) di BPBD Kota Banjarmasin, akan melakukan verifikasi ke lapangan," ungkapnya, Rabu (22/12) siang.

Dijelaskannya, hal itu dilakukan untuk memastikan apakah lokasi yang diajukan itu layak atau tidak untuk dijadikan sebagai posko pengungsian maupun posko dapur umum.

"Menentukan tempat darurat itu tidak bisa sembarangan. Karena, nantinya jadi tempat berteduh dan beristirahat untuk warga. Fasilitas penunjang seperti MCK (Mandi Cuci Kakus) dan segala perlengkapan lainnya juga harus diperhatikan," tekannya.

Hingga kemarin, BPBD Kota Banjarmasin masih mengumpulkan titik yang diajukan. Alternatif lokasi posko bencana itu terdiri dari gedung milik pemerintahan. Seperti kantor kelurahan dan kecamatan. Kemudian masjid dan gedung sekolah yang dinilai memenuhi syarat.

Di samping itu, Fahruraji juga mengaku pihaknya sudah menyiapkan hal lain guna menghadapi ancaman risiko terburuk. Yakni, dengan menyediakan stok sembako dan obat-obatan.

"Yang sudah terkumpul hampir seribu liter beras, ratusan dus mi instan, sarden, minyak goreng, teh, gula, popok bayi dan orang tua," ungkapnya.

Seluruh logistik itu, menurutnya, adalah sumbangan dari masing-masing instansi di Pemko Banjarmasin, sebagai bentuk antisipasi banjir. Nantinya, logistik disalurkan di posko pengungsian dan dapur umum yang tersebar di lima kecamatan.

"Pada intinya, kami sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk apabila terjadi banjir seperti awal tahun tadi," tambahnya.

Tidak hanya itu, jika status Siaga Darurat Bencana yang saat ini masih berlaku di Kota Banjarmasin meningkat menjadi Tanggap Darurat, maka pemko bakal mengeluarkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Tujuannya, tentu untuk memenuhi segala keperluan para pengungsi.

"Yang menggunakan dana BTT nantinya adalah BPBD. Digunakan dalam proses penanggulangan korban banjir. Kemudian, Dinas Sosial (Dinsos) untuk keperluan dapur umum," tuturnya.

Lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk keperluan kesehatan seperti obat-obatan. Dan tim pengamanan serta operasional relawan yang semuanya akan diturunkan untuk menangani banjir. (war)