BANJARMASIN – Berbagai persiapan dilakukan umat Kristen untuk menyambut perayaan Natal 25 Desember. Meski pandemi sudah melandai, penerapan protokol kesehatan masih dilakukan.

Kepala Paroki Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus, Romo Yohanes Susilohadi mengatakan sudah dua tahun terakhir pelaksanaan perayaan Natal dilakukan mengikuti anjuran pemerintah.

“Kami pasti akan menjaga prokes, sama seperti perayaan tahun lalu,” kata Yohanes saat melihat persiapan dekorasi gereja yang dilakukan panitia pelaksana, Rabu (22/12) siang.

Agar kapasitas ruangan gereja tak lebih dari lima puluh persen dari yang disyaratkan, pihak gereja sudah meminta bantuan ketua komunitas jemaat untuk mendata jemaatnya yang akan melaksanakan peribadatan di gereja. Mereka yang akan melaksanakan ibadah akan diberikan kartu.

Total jemaat gereja di Veteran ini sebanyak 1.700 orang. Namun yang akan melaksanakan ibadah pada Natal nanti hanya 1.200 orang. Agar mereka tetap bisa melaksanakan malam Misa Natal, pelaksanaanya dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dari jam enam sore hingga jam delapan malam. Dilanjutkan jam sembilan hingga jam sebelas malam.

“Kita sudah tahu jumlahnya, makanya kita bagi dua 600 sesi pertama, dan kedua juga 600 orang,” jelasnya.

Prasarana prokes pun sudah disiapkan, tempat cuci tangan, hand sanitizer serta alat pemeriksa suhu tubuh. “Kalau enggak pakai masker, panitia akan memberikan masker,” ucapnya.

Memang banyak perubahan pada pelaksanaan Natal selama pandemi. Untuk menghindari kerumunan, para jemaat harus langsung pulang setelah ibadah. Sebelumnya setelah melaksanakan jemaat bersalam-salaman dan bercengkrama.

“Meski begitu tidak mengurangi kesakralan Natal,” pungkasnya.

Bagaimana soal pengamanan pada pelaksanaan Natal nanti? Romo Yohanes mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ia yakin, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu ada petugas yang berjaga di gereja.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai mengatakan sudah menyiapkan 1.600 personel gabungan TNI/Polri dan pemerintah daerah. “Kalau Polda sendiri 600 personel,” ujarnya yang mengatakan petugas ditugaskan patroli ke gereja-gereja dan sebagian lagi ditugaskan berjaga di sekitar lingkungan gereja. “Sehingga umat kristen merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” cetus Rifai.(gmp/by/ran)