TANJUNG – Aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat terjadi di Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kamis (23/12) dini hari tadi.

Korban berinisial SA (38), seorang laki-laki, warga Kelurahan Pulau RT 5 Kecamatan Kelua, Tabalong.
Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Mujiono membenarkan peristiwa penganiayaan berat tersebut.

Peristiwa itu diketahui istri korban berinisial KW (36) yang sedang tertidur di dalam kamar. Istri korban terbangun ketika mendengar suara minta tolong dari sang suami yang sedang menonton televisi.

SA sudah bersimbah darah saat KW melihatnya pertama kali. Usai menolong suaminya, istri korban pun berteriak minta pertolongan kepada warga.

Ternyata ketika membuka pintu rumahnya, KW sempat melihat terduga pelaku yang masih membawa parang. Namun tidak bisa mengetahui wajahnya, karena menggunakan penutup. “Pelaku pun berupaya melarikan diri ke arah belakang rumah,” jelas Iptu Mujiono.

Warga yang mendengarkan teriakan KW, langsung berdatangan dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Kelua untuk diberikan pertolongan medis. Karena lukanya sangat berat dan akhirnya dirujuk ke RSUD Badaruddin Kasim Tanjung.

Mengetahui hal ini, jajaran kepolisian pun masih mendalami kasusnya. “Pelaku dan motif pelaku melakukan aksi penganiayaan terhadap korban masih dalam penyelidikan petugas Polres Tabalong dan Polsek Kelua,” katanya. (ibn)