MARABAHAN - Sebagai salah satu sentral penghasil buah nanas, Kecamatan Mekarsari, Barito Kuala, kini miliki pusat oleh-oleh aneka olahan berbahan nanas.

Jadi, jika kita berkunjung ke Kecamatan Mekarsari kini bukan hanya bisa membawa pulang buah nanas saja, tetapi bias juga membawa aneka olahan berbahan nanas yang tersedia di sana. Tepatnya di Rumah Produksi yang berada di Desa Tinggiran Darat, Kecamatan Mekarsari.

Rumah produksi yang baru diresmikan Bupati Batola Noormiliyani, Selasa (21/12) ini, memproduksi aneka olahan berbahan nanas dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Mekarsari.

Di rumah produksi ini, aneka olahan berbahan nanas bisa dibeli dengan harga yang bersahabat. Olahan nanas yang bisa di temui, seperti selai, sirup, keripik, manisan, pie, madu, jelly, wajik, hingga dodol nanas.

Berkaitan dengan adanya rumah produksi ini, Bupati Batola Noormiliyani berharap bisa dimaksimalkan oleh warga. Rumah produksi tidak hanya sebagai tempat produksi aneka makanan dari nanas, juga sebagai tempat rumah pajang. Menyediakan semua olahan nanas dari seluruh warga. "Bila orang berkunjung ke Mekarsari, bisa berkunjung ke sini," ujar Noormiliyani.

Noormiliyani yang langsung meresmikan rumah produksi ini, tidak hentinya berpesan, terutama agar rumah ini digunakan dengan sebaik-baiknya. "Sudah banyak produk nanas yang ada di sini. Tinggal pemasaran dan sedikit polesan untuk kemasan yang masih sedikit sederhana," ujar Bupati wanita pertama di Kalsel itu.

Selain menekankan keseriusan warga untuk selalu menyediakan aneka olahan nanas, Noormiliyani juga mengatakan, harus ada daya tarik dari rumah produksi. Seperti misalkan adanya hiasan nanas raksasa di depan pintu gerbang rumah produksi. "Harus ada daya tarik agar wisatawan berkunjung ke sini," ujarnya.

Sementara itu, untuk pembangunan rumah produksi ini, tidak terlepas dari peran berbagai dinas. Seperti Diskoperindag Kabupaten Batola. Pihak berperan utama untuk pembangunan rumah produksi ini. Dan terus lakukan pembinaan dan pelatihan untuk pembuatan berbagai olahan dari nanas.

"Karena ini binaan kita, terus kita bina. Kita sudah berikan pelatihan pengolahan nanas," ujar Kabid Perindustrian Diskoperindag Batola, Wahyu Adibawono.

Wahyu menambahkan, dengan pelatihan yang sudah diberikan, warga bisa lebih berinovasi lagi dengan olahan buah nanas. Sedangkan untuk pembangunan lainnya untuk daya tarik pengunjung sesuai permintaan Bupati, Wahyu mengatakan akan mengusahakannya. "Untuk pembangunan daya tarik lainnya, akan kita pikirkan. Kan itu perlu anggaran," ujarnya.

Dukungan lainnya, juga datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Batola. Kepala Dinas PMD Kabupaten Batola Mochammad Aziz menyambut baik rumah produksi ini. Keberadaan rumah produksi diharapkan dapat meningkatkan gairah masyarakat untuk pengembangan aneka ragam home industri olahan dari buah nanas. "Dengan begitu, olahan dari buah nanas semakin banyak lagi," ujarnya.

Lelaki yang juga pernah menjabat Camat Mekarsari itu juga mendukung desa-desa di sekitar rumah produksi apabila ingin menggelar pelatihan pemberdayaan dan pengolahan hasil pertanian. Yang tentunya bisa didanai dari APBDES. "Dinas PMD akan mendukung penuh kegiatan pelatihan di sana," ujarnya.(bar)