BANJARBARU - Kota Banjarbaru mungkin mencatatkan progres pesat dalam menggenjot percepatan vaksinasi. Terbukti, Banjarbaru jadi daerah pertama di Kalsel yang berhasil menembus target 70 persen cakupan vaksinasi.

Capaian manis ini tentunya juga harus dibayar dengan alokasi anggaran yang cukup besar. Total sudah ada Rp4 miliar yang digelontorkan Pemko Banjarbaru dalam rangka dukungan vaksinasi ini sepanjang tahun 2021.

Sebagai catatan, dari data Dinkes Banjarbaru, saat ini per tanggal 24 Desember 2021 cakupan vaksinasi di Banjarbaru sudah mencapai 75 persen untuk dosis pertama, sedangkan dosis kedua di angka 64 persen.

"Sebelumnya anggaran Rp4 miliar itu kita ambil dari kegiatan refocusing. Sejauh ini anggaran tersebut sudah direalisasikan untuk kegiatan dukungan vaksinasi di Banjarbaru," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin kemarin.

Dengan habisnya anggaran tersebut, Pemko ujar Jainuddin kembali menambah alokasi anggaran untuk kegiatan vaksinasi di penghujung tahun ini. Total suntikan anggarannya juga cukup besar.

"Jadi sebelumnya ada minta penambahan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Tambahan ini telah kita cairkan dan akan dialokasikan lagi untuk percepatan kegiatan vaksinasi sampai akhir tahun," jawabnya.

Tambahan anggaran ini urai Jainuddin bersumber dari pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemko Banjarbaru tahun ini. "Anggaran ini memang diperuntukkan untuk hal-hal darurat."

Lantas mengapa anggaran ini disuntik lagi? Jainuddin menjawab jika keperluan akan vaksinasi rupanya tinggi. Sehingga, anggaran semula dianggap kurang dan faktanya sudah habis digunakan sebelumnya.

"Alokasi yang semula kita siapkan itu kurang, karena sekarang ada tambahan jumlah sasaran sehingga perlu ada tambahan (anggaran) juga. Terlebih juga sekarang kita fokus pada metode jemput bola, ini memerlukan anggaran juga," jelasnya.

Meski ditambah, namun Jainuddin mengatakan bahwa anggaran tersebut hanya berlaku untuk tahun 2021 saja. Sehingga, untuk persiapan tahun 2022, pihaknya juga memastikan sudah menyiapkan anggaran BTT lainnya.

"Untuk tahun 2022 sudah ada juga dana BTT yang disiapkan. Jika tahun ini ada sekitar Rp9 miliar, untuk tahun depan BTT kita ada di angka Rp14 miliar," katanya.

Dilanjutnya, dana BTT tak mesti harus dialokasikan untuk kegiatan vaksinasi atau penanggulangan pandemi. Namun, BTT ini pastinya bersifat umum dengan konteks kedaruratan.

"Betul, jaid tidak hanya untuk dukungan vaksinasi atau terkait pandemi saja, namun misal ada bencana seperti banjir atau karhutla anggaran ini bisa digunakan," tuntasnya. (rvn/ij/bin)