BANJARMASIN - Seorang pemuda bertato hampir saja diamuk massa. Penyebabnya, ketahuan mencuri satu ponsel milik seorang perempuan di kawasan Taman Kamboja.

Dalam pengakuan awal, pelaku bernama Agung, warga Banjar Raya, Banjarmasin Barat.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi, pria 20 tahunan itu dikejar-kejar warga yang marah dari Jalan Anang Adenansi menuju Jalan Cempaka, Banjarmasin Tengah, kemarin (24/12) sekitar pukul 12.30 Wita.

Persis di depan Masjid Al Jihad, pelaku diadang dan diringkus. Sejumlah warga yang geram sempat melayangkan pukulan ke arahnya. Syukur, beberapa warga bisa melerai dan menenangkan.

Berkali-kali Agung mengaku tak mencuri, bahwa ia hanya meminja. "Saya hanya meminjam untuk menghubungi teman," dalihnya.

Namun, Agung tak dapat berkelit ketika korban bernama Istiqamah datang dan mengaku menjadi korban pencurian. "Iya, memang dia yang mengambil hape saya," katanya.

Jawaban itu membuat warga kembali marah dan coba memukulinya. Beruntung polisi tiba di lokasi dan mengamankannya ke Polsek Banjarmasin Tengah.

Tapi, kasus ini tak berlanjut, karena korban memilih untuk tak melapor peristiwa yang menimpanya. Keduanya memilih untuk berdamai.

"Perempuannya hendak diamankan saja, tetapi dia tak melapor dan memilih perdamaian," kata Kanit Reskrim Banteng, Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra.(gmp/lan/fud)