BANJARMASIN - Setelah berjibaku di menit-menit akhir, cakupan vaksinasi pertama di Kalsel hampir mendekati target 70 persen. Sampai kemarin, sudah terlaksana 63,02 persen.

“Alhamdulillah tiap hari angkanya terus merangkak naik. Pemerintah Kabupaten dan Kota begitu masif dan aktif mengejar vaksinasi,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim kemarin.

Dia meminta, semangat ini terus dikobarkan sampai akhir tahun dan bahkan sampai seterusnya. “Kita semua perlu upaya nyata. Insya Allah kalau kita kerjakan bersama dengan niat yang tulus, target 70 persen akan tercapai,” ucapnya.

Dari data Kemenkes kemarin, cakupan warga yang sudah tervaksin pertama di Kalsel sebanyak 1.992.262, atau 63,02 persen. Sementara vaksin kedua baru sebanyak 1.215.545 atau 38,45 persen. “Saya sangat optimis sampai 31 Desember, target 70 persen cakupan akan tercapai,” imbuhnya.

Tersisa 7 persen ini harus didapat dalam waktu sekitar satu pekan. Lalu bagaimana dengan ketersedian vaksinnya? Muslim menegaskan, jumlah stok yang ada di Kabupaten dan Kota sekitar 600 ribu dosis. “Sangat cukup. Tinggal strateginya dan terbukanya hati masyarakat,” imbuhya.

Pihaknya berterima kasih atas upaya nyata kabupaten dan kota dalam mengejar cakupan ini. Seperti memberikan doorprize hingga penerapan regulasi vaksinasi sebagai syarat. “Prinsipnya gotong royong semua elemen. Masyarakat juga harus mendukung dan sadar,” cetusnya.

Kenaiakan persentase cakupan vaksinasi di Kabupaten Banjar begitu kelihatan. Dulunya berkisar hanya di bawah 30 persen. Sampai kemarin cakupannya sudah 50 persen lebih. “Perlu diingat, jumlah masyarakat di Kabupaten Banjar besar. Itu artinya capaiannya sudah luar biasa,” kata Muslim.

Kabar yang paling mengejutkan terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel ini, adalah capaian vaksinasi di Balangan sudah di angka 77 persen. “Memang jumlah target masyarakatnya tak besar seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar. Tapi 77 persen ini adalah cakupan yang bagus,” sebutnya.

Untuk diketahui, target vaksinasi pertama yang jumlahnya sebanyak 3.161.137 sasaran dan yang sudah tervaksin sebanyak 1.992.262. Itu artinya masih ada sebanyak 1.168.875 sasaran yang harus dikejar. “Kita fokus 70 persen dulu sesuai yang ditargetkan pemerintah pusat,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemprov harus siap-siap mendapat sanksi jika tak mencapai target 70 persen cakupan vaksinasi pertama sampai akhir tahun ini. Mendagri Tito Karnavian menyampaikan akan memberi sanksi kepada daerah yang capaian vaksinasinya rendah.

Sanksinya berupa disinsentif atau tidak akan diberikan tambahan dana insentif daerah kepada yang belum mencapai target 70 persen vaksinasi pertama. (mof/by/ran)