Vaksinasi di desa-desa selalu membawa cerita menarik. Salah satunya yang terjadi di Desa Tambak Padi, Kabupaten Banjar, kemarin.

---

Dalam upaya menggencarkan vaksinasi jelang tutup tahu, Pemprov Kalsel menggencarkan vaksinasi di banua. Target capaian 70 persen membuat pemprov mengerahkan semua SKPD untuk menyukseskan program ini.

Salah satu SKPD yang mengambil peran itu adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip). Perpustakaan di Km 6 Banjarmasin ini berencana melakukan vaksinasi di Desa Tambak Padi, Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.

Nah, jelang vaksinasi kemarin, Camat Beruntung Baru Agus Muslim sempat was-was. Kabar bahwa perpustakaan akan menyuntik vaksin di wilayahnya membuatnya khawatir.

Dia pun menelepon Pembakal (kepala desa) Tambak Padi, Yusri. Dalam sambungan telepon, dia mengutarakan kecemasannya. "Siapa nang handak memaksin? perpustakaan kah?" ucapnya.

Pembakal Iyus--demikian Yusri kerap disapa--pun tak leluasa menjelaskan. Agus Muslim terus menelepon mengatakan ketakutannya. "Perpustakaan kah yang menyuntik? Aku kada tanggung0jawab kalau kenapa-napa, suruh perpustakaan nang tanggung jawab!"


Untuk menjernihkan persoalan, Pembakal Iyus langsung menjlentrehkan permasalahan ini kepada Kepala Dispersip Nurliani Dardie Hj Nunung. Nurliani yang segera mengerti persoalannya akhirnya menjelaskan dengan nada riang. "Nah, maaf pambakal lah, aku nih kada tekisah kalau aku nih lain tukang vaksin, aku membawa tukang vaksinnya," gelak Nurliani.

Nurliani pun memperlihatkan surat pengajuan ke Pemprov Kalsel untuk menfasilitasi vaksinasi di Desa Tambak Padi. Kabupaten Banjar sendiri sejauh ini adalah kabupaten yang paling diharapkan bisa mengejar ketertinggalan vaksinasi. "Jadi, jarku ke Pembakal Iyus, kalau aku yang menyuntik takutan matian warga," cerita Nurliani.

Untunglah setelah dijelaskan para aparat desa dan kecamatan segera mengerti. Camat Beruntung Baru Agus Muslim sendiri ikut hadir bersama istrinya.

Kegiatan vaksinasi sendiri berlangsung meriah. Dispersip membagikan hadiah bagi mereka yang mau divaksin, diantaranya sarung, peralatan rumah tangga, mie, uang tunai hingga bibit pohon dan tanaman. Hiburan pun digelar di lokasi, baik badut edukatif dan organ tunggal.

Pembakal Iyus cukup kaget dengan antusias warga. Tadinya, Dispersip hanya menargetkan 50 orang, sementara warga yang mengajukan vaksinasi hampir 200 orang.

“Alhamdulillah luar biasa, berkat tim perpustakaan dan kesehatan ini banyak masyarakat yang mau ikut,” ucap pembakal Iyus yang juga repot-repot menyediakan tenda dan menyokong banyak hiburan.

Camat Beruntung Baru Agus Muslim akhirnya merasa senang melihat banyaknya warga yang mengikuti vaksinasi ini, untuk mengejar capaian target vaksin hingga akhir tahun. "Ini sangat membantu, apalagi kita perlu sekitar 2.000 lagi untuk mencapai target 70 persen dari warga kecamatan kita," ujarnya. (rls/by/ran)