BANJARMASIN – Kebijakan tanpa tes Covid-19 untuk perjalanan domestik diyakini bakal mendongkrak sektor wisata. Selama dua tahun terakhir, sektor ini yang paling terpukul karena pandemi.

“Ini kabar yang sangat baik untuk membangkitkan kembali sektor wisata. Para wisatawan tentu tak takut lagi pergi kemana-mana,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Syarifuddin kemarin. Tahun ini ada tiga even wisata di Kalsel yang masuk dalam agenda kementerian. Yakni, festival pasar terapung di Kabupaten Banjar, festival loksado Hulu Sungai Selatan, dan even saijaan di Kotabaru.

 Tak hanya tiga even nasional itu, rupanya Kalsel juga menjadi tuan rumah even nasional bertaraf internasional, yakni even W20. Even ini merupakan salah satu rangkaian dari G20. Pelaksanaanya akan digeber selama tiga hari mulai 22-25 Maret mendatang di Hotel Rattan In Banjarmasin. Pesertanya adalah delegasi dari peserta G20.

Dikatakan Syarifuddin, para peserta W20 tak hanya mengikuti seminar dan diskusi. Akan tetapi mereka juga akan diajak ke berbagai tempat wisata di Kalsel. “Akan banyak wistawan mancanegara dan dalam negeri yang akan datang ke Kalsel tahun ini,” katanya.

Lalu berapa target kunjungan wisatawan ke Kalsel tahun ini? Dia mengaku lupa angka persisnya. Meski demikian dia menyebut, target kunjungan wisatawan ke Kalsel diharapkan meningkat dari tahun lalu yang mana sektor pariwisata sempat dihantam pandemi. “Saya lupa persisnya,” tukasnya.

Dia meyakini, keluarnya kebijakan perjalanan domestik bakal memenuhi target kunjungan wisata di Kalsel. Terlebih sebutnya, kasus Covid-19 terus melandai.

“Kebijakan tanpa tes Covid-19 untuk perjalanan domestik akan membuat masyarakat tak takut lagi. Kami yakin kunjungan wisata ke Kalsel tinggi. Apalagi berbagai even wisata baik nasional bahkan internasional tahun ini digelar,” ujarnya.

Kabar tak lagi tes Covid-19 untuk perjalanan domestik, juga disambut hangat Andre. Pelaku UMKM yang menjual buah tangan asli Kalsel ini meyakini dagangannya akan kembali ramai seiring banyaknya wisatawan yang akan datang ke Kalsel. “Selama ini kan orang takut. Dengan tanpa tes ini, orang tak lagi takut jalan-jalan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan usahanya begitu terpukul selama pandemi ini. Maklum, usahanya hanya mengandalkan wisatawan luar yang membeli buah tangan. “Dulu omzetnya bisa puluhan juta dalam sebulan. Sekarang, paling Rp4-5 juta,” tuturnya. (mof/by/ran)