BANJARMASIN – Kebijakan baru pemerintah meniadakan tes PCR dan antigen di moda transportasi domestik sedikit banyak mempengaruhi pendapatan penyedia layanan tes Covid-19.

Hendra, pemilik klinik kesehatan yang menyediakan tes Covid-19 di bilangan Jalan Sutoyo S Banjarmain itu mengatakan dalam sehari rata-rata penumpang perjalanan domestik yang tes Covid-19 mencapai puluhan orang.

“Biasanya ditempat saya orang yang ingin naik kapal laut tes antigen. Dalam sehari rata-rata 30-40 orang. Tak tahu nanti kalau ditiadakan. Mungkin sudah tak ada lagi,” ucapnya. 

Dia belum kepikiran untuk menurunkan harga. Hendra beralasan, seperti dagangan lain, barangnya akan tetap dicari orang. Khususnya yang belum divaksin dua kali. Terlebih ada yang untuk keperluan kerja yang mengharuskan bebas Covid-19.

“Ini kan hanya untuk perjalanan. Sementara tes Covid-19 tak hanya itu saja. Ada yang hasilnya untuk kebutuhan pekerjaan. Memang jumlahnya pasti akan menurun, tapi pasti masih ada,” ucapnya.

Meski akan terpengaruh dengan usahanya, dia mengaku senang tak lagi diwajibkan tes Covid-19. “Namanya bisnis kan melihat peluang. Dalam hati kecil sih ingin tak ada lagi yang seperti ini (tes covid). Apalagi masyarakat juga sudah banyak yang tervaksin,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pjs Direktur Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin, Sony mengatakan, pihaknya belum ada rencana menurunkan tarif pemeriksaan Covid-19. Meski demikian dia menyampaikan, pihaknya tak hanya konsen kesana dalam pemeriksaan tes Covid-19. “Kalau dilihat tren pemeriksaan, terakhir ini lebih banyak pasien untuk mengetahui kesembuhan Covid-19, bukan dari perjalanan,” tandasnya. (mof)