BANJARMASIN – Menghadapi cuaca ekstrem, jaringan drainase di Kota Banjarmasin meluap. Genangan muncul di mana-mana. Kepala Bidang Drainase di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chandra mengakui banyak drainase yang tidak berfungsi. Masalahnya, pembangunan ruko yang menutupi saluran pembuangan. “Misalkan di kawasan Sultan Adam,” ujarnya lewat sambungan telepon.

Penyebab lain, sumbatan sampah dan lumpur di dalam drainase. “Biasanya, ketinggian genangan sekitar 15 sentimeter dan butuh 3-4 jam untuk surut,” imbuhnya.

Ini bukan masalah baru. Sudah langganan, berulang dari tahun ke tahun. Ditanya solusi, Chandra mengaku masih mengandalkan tenaga pasukan turbo. Unit khusus pembersih sampah dan drainase di bawah PUPR. “Kalau ada sumbatan, kami juga berkoordinasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Sungai,” lanjutnya.

Dia memprediksi, genangan ini bakal meluas. Tak hanya muncul di Jalan Hasan Basri, Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Sultan Adam yang sudah langganan tergenang.

Namun, PUPR hanya berharap kepada laporan warga. Guna menginformasikan lingkungannya yang tergenang. “Agar kami bisa turun memeriksa dan menanganinya,” janjinya. Lebih jauh, untuk peningkatan dan pemeliharaan drainase pada tahun 2022, dari APBD dialokasikan Rp12 miliar. “Tersebar untuk seluruh kecamatan,” pungkas Chandra. (war/at/fud)