BANJARMASIN – Muhammad Hamdan membela diri. Atas tudingan habib palsu oleh Lembaga Nasab di bawah Rabithah Alawiyah Kota Banjarmasin. Berawal dari ketika ia dan beberapa orang menggelar Haul Akbar kedua Syekh Habib Abdurahman Al Kaf di Jalan Panglima Batur Gang Gusti Galuh, Banjarmasin Utara pada Sabtu (12/3) sore.

Dengan nama lengkap Habib Muhammad Hamdan Al Kaf, dia mengklaim dirinya sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. “Saya tak terima disebut begitu oleh Ketua Rabithah Alawiyah Banjarmasin, Habib Solehudin Baraqbah. Sebab saya memiliki legalitas. Seperti paspor dan sertifikat dari lembaga nasab yang disahkan Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya.

Argumennya, ia masih keturunan Habib Abdurahman Al Kaf. Dan beliau adalah keturunan rasul yang nasabnya dicatat resmi oleh Salatin Asyraf Azzahro (SAA) Trah Kesultanan dan Kerajaan. “SAA Trah Kesultanan dan Kerajaan adalah pembaga pencatatan nasab nabi di Indonesia. Sama seperti Rabithah Alawiyah. Perlu diketahui, ada delapan lembaga pencatat nasib,” jelasnya.

Masalah lain, pengurus Rabithah menyebut makam sang habib tak berada di lokasi yang mereka hauli. Hamdan menepisnya, bahwa makam itu sudah berada di sana selama ratusan tahun. “Lantaran tidak diberi kubah, sebagian orang tak mengetahuinya. Beliau salah satu mufti di Kesultanan Banjar,” tegasnya.

Dia juga marah karena dituduh memungut dana masyarakat untuk menggelar acara haul. “Kami juga mengantongi izin kepolisian dan dinas kesehatan,” klaimnya. Haul itu sendiri terganggu. Kedatangan sekelompok orang, mengusik kedamaian acara keagamaan tersebut. Hamdan mengaku sudah mengantongi namanama orangnya untuk diadukan ke kantor polisi. “Atas saran dari kesultanan, saya akan menempuh jalur hukum. Dengan dugaan fitnah, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan provokasi. Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-buktinya. Saya akan laporkan ke Polda Kalsel,” ancamnya.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Nasab Rabithah Alawiyah Banjarmasin, Habib Zainal Abidin Al Kaf menyilakan Hamdan menempuh jalur hukum. “Terserah kalau mau ke jalur hukum, silakan saja,” ujarnya singkat. (lan/at/fud)