BANJARBARU - Untuk meningkatkan sinergi antara Camat dan Lurah yang menjadi ujung tombak pelayanan Pemerintah Kota Banjarbaru kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Bagian Pemerintahan rutin melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kota Banjarbaru yang dilaksanakan setiap bulannya.

Adapun pada rakor kali ini bertempat di Aula Kecamatan Cempaka, Jalan Mr Cokrokusumo Komplek Perkantoran RT. 27 RW. 09, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, yang dilaksanakan pada Selasa (15/3).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, dengan dimoderatori Camat Cempaka, Deddy Haryadi diikuti oleh seluruh Camat dan Lurah se-Kota Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan rakor, dan berharap bisa ditingkatkan lagi, supaya bisa bersama-sama menyelesaikan permasalahan di Kota Banjarbaru.

“Ulun mengapresiasi dilaksanakannya rakor ini, mudahan-mudahan acara ini terus berlanjut setiap bulannya, kalau bisa kita tingkatkan, sehingga komunikasi antara kita ini semakin intens, sehingga kita bisa bersama-sama menyelesaikan permasalahan di Kota Banjarbaru ini secara bersama-sama,” katanya.

Dalam rakor ini Aditya memberikan arahan, agar Camat dan Lurah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Salah satu tugas dan fungsi kita yang hadir disini yaitu melayani masyarakat, jadi berikan pelayanan yang terbaik, cepat, efisien, karena itu sangat penting,” tuturnya.

Terkait ditetapkannya Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Kalimantan Selatan, orang nomor satu di Kota Banjarbaru ini menyampaikan banyak tugas yang perlu dipersiapkan untuk menjadikan Kota Banjarbaru benar-benar layak sebagai kota masa depan.

“Bukan hal yang mudah menjadi ibu kota, memang di satu sisi menguntungkan, pada saat kita mengajukan program, meminta bantuan ke pusat, memang menjadi prioritas, tetapi di sisi lainnya ini menjadi PR yang berat untuk kita semua, salah satunya adalah kita harus menata kota kita, agar benar-benar layak menjadi kota masa depan,” ujarnya.

Penataan kota tersebut diantaranya terkait penataan PKL, penataan aliran sungai sebagai pencegahan banjir, penataan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan, karena akan ada lonjakan jumlah penduduk dengan ditetapkannya Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Kalimantan Selatan.

Rapat koordinasi tersebut dilanjutkan dengan dialog antara Wali Kota Banjarbaru dengan Camat dan Lurah yang menyampaikan permasalahan di wilayahnya masing-masing, agar mendapatkan solusi bersama, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. (rvn/ij/bin)