Direktorat Serse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel resmi menetapkan Z, pemilik puluhan ribu minyak goreng di Desa Tatah Layap sebagai tersangka. “Penetapan Z sebagai tersangka sebenarnya sehari setelah dilakukan penggerebekan,” kata Kabid Humas, Kombes Pol Mochamad Rifai, (15/3).

Rifai menegaskan, setelah Subdit I Indagsi melakukan gelar perkara, penanganan sudah dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan. “Saat ini masih proses sidik,” imbuhnya. 

Apakah dari hasil pemeriksaan ada pelaku lainnya dalam kasus tersebut? Mantan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Banjarbaru ini belum bisa memastikan. Pihaknya masih menunggu hasil proses penyidikan. Ia meyakinkan kasus tersebut akan diusut tuntas. “Penyidik akan mengusut tuntas kasus ini,” cetus Rifai.

Pemberitaan sebelumnya, polisi menyita ribuan pieces minyak goreng berbagai merk. Terungkapnya penimbunan minyak goreng ini, berkat informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas pelaku. Semula petugas mengira gudang tersebut adalah distributor minyak goreng, ternyata setelah diperiksa bukan, karena minyak goreng yang ditemukan dari berbagai merek.

“Bukan distributor, tapi memang pelaku usaha yang sengaja menimbun,” kata Rifai ketika memberikan keterangan pers, Selasa (8/3) lalu. Hasil pemeriksaan awal, pelaku tidak mengantongi izin gudang penyimpanan. “Pelaku tidak mengantongi izin distributor atau izin gudang, ada kemungkinan sengaja menimbun,” tandasnya.

Perbuatan tersangka dijerat Pasal 107 Jo Pasal 29 Ayat 1 UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo pasal 11 Ayat 2 Perpres 71 Tahun 2015. “Dijerat dengan UU Perdagangan, ancaman hukuman paling lama 5 tahun atau denda Rp50 miliar,” tegasnya.(gmp/by/ran)