Setelah diberlakukan sejak awal Februari 2022, pemerintah pusat memutuskan mencabut penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan senilai Rp14 ribu.

Dengan dicabutnya HET, maka harga migor kemasan kini tidak dibatasi dan diserahkan pada kondisi keekonomian serta mekanisme pasar. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengaku sudah mengetahui kebijakan terbaru tersebut. Sehingga akan langsung diterapkan di Banua. 

Dia mengaku, pihaknya bersama Asisten II Sekdaprov Kalsel dan para Kepala Dinas Perdagangan di kabupaten/kota sudah beraudiensi dengan Direktur Bahan Pokok dan Bahan Penting serta Direktur Sarana Distribusi & Logistik pada Kementerian Perdagangan untuk minta penjelasan kebijakan migor dan bahan pokok lainnya.

Dalam audiensi itu, ujar Birhasani, delaskan bahwa dengan mempertimbangkan kondisi real harga CPO dan minyak goreng di pasar internasional, maka pemerintah meniadakan HET untuk migor kemasan sederhana dan premium. “Yang tetap memberlakukan HET hanya untuk minyak goreng curah. Tapi dari Rp11.500 per liter, menjadi Rp14 ribu per liter,” ujarnya.

Lalu apakah kebijakan itu tidak berpotensi membuat harga migor kemasan melonjak? Birhasani menyebut, lonjakan kemungkinan akan terjadi, namun dengan harga kewajaran secara ekonomi. “Berdasarkan pantauan kami, harga migor kemasan sekarang Rp17 ribu sampai Rp19 ribu. Tergantung kualitas dan merek,” paparnya.

Dia memprediksi, 10 hari ke depan harga migor kemasan bisa kembali normal. Karena dihapusnya HET dimaksudkan agar migor tidak terjadi kekosongan dan kelangkaan di pasaran. “Kalau stok tersedia, maka harga akan stabil. Karena para pedagang bersaing,” sebutnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang migor di Pasar Bauntung Banjarbaru, Purnama mengakui jika stok migor kemasan saat ini sangat langka. “Saya sudah bayar lunas ke sales, tapi barangnya belum datang juga,” katanya.

Diungkapkannya, dirinya bisa sampai menunggu dua pekan untuk mendapatkan stok migor kemasan dari distributor. “Kalau harganya, sekarang satu liternya sekitar Rp17 ribu,” tambahnya. Dia berharap, pencabutan kebijakan HET bisa membuat stok migor kemasan kembali melimpah. Sehingga harganya dapat stabil lagi.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dicabutnya HET migor kemasan diambil dari hasil rapat terbatas dengan melihat perkembangan ketidakpastian global.

Pasalnya, belakangan ini perkembangan ketidakpastian global telah menyebabkan harga pasokan energi dan pangan naik dan langka, termasuk ketersediaan CPO untuk minyak goreng.

“Terkait harga kemasan lain akan menyesuaikan nilai keekonomian, sehingga diharapkan minyak sawit akan tersedia di pasar modern dan tradisional,” kata Airlangga, Selasa (15/3).

Dia menambahkan, selain kebijakan itu, pemerintah juga akan memberikan subsidi untuk minyak goreng curah. Namun, dengan subsidi ini harga eceran tertinggi minyak goreng curah dinaikkan dari Rp11.500 menjadi Rp14 ribu per liter.

Untuk melaksanakan kebijakan itu, Airlangga menuturkan, pemerintah telah bertemu dengan para produsen minyak goreng. Dalam pertemuan dicapai beberapa hasil. Pertama, pemerintah meminta para produsen untuk segera mendistribusikan minyak goreng kepada masyarakat.

Kedua, menteri perdagangan akan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang akan berlaku pada 16 Maret 2022. Ketiga, Kapolri akan melakukan pengawalan terhadap distribusi dan ketersediaan minyak goreng curah di pasar. (ris/by/ran)

PLUS MINUS PENCABUTAN HET 14.000

Plus
– Pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor bakal kembali normal seiring dengan dicabutnya kebijakan HET
– Untuk menjaga perekonomian, memperhatikan situasi global yang terjadi saat ini dimana terjadi kenaikan harga komoditas, termasuk minyak nabati.

Minus
– Melepas ke mekanisme pasar sangat mungkin akan membuat harganya kembali melonjak.
– Kenaikan harga migor pada gilirannya akan menggerek harga sembako dan rempah-rempah