Kota Banjarmasin digadang-gadang akan menerima bantuan dari Bank Dunia untuk pembenahan sungai. Bersama sejumlah Kota Besar lainnya di Indonesia, Kota Banjarmasin masuk dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang diinisiasi oleh Bank Dunia.

Sebagai persiapan, Pemkot Banjarmasin kini mulai melakukan pembenahan sungai-sungai yang ada di wilayah jantung Kota Banjarmasin. Dengan disokong program NUFReP tersebut, sungai-sungai di Kota Banjarmasin berpotensi seindah di Venezia atau Amsterdam.

Hal inipun direspons oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan. “Lewat program NUFReP, Bank Dunia mengucurkan dana sebesar Rp6 triliun untuk enam kota yang masuk program tersebut. Namun, berapa rincian pembagian dana untuk tiap Kota masih belum diketahui. Namun, kami mendukung penuh program pembenahan sungai yang dilakukan oleh Pemkot Banjarmasin,” sebut Fikri Abdurrahman, Kepala BWS III Kalimantan kala ditemui Radar Banjarmasin di ruang kerjanya, (17/3) pagi. 

Fikri menuturkan dengan sokongan anggaran yang kuat, serta koordinasi dan kinerja yang maksimal, tak menutup kemungkinan kelak sungai-sungai di Kota Banjarmasin bisa seindah di Venezia atau Amsterdam.

“Pembenahan sungai-sungai yang dilakukan oleh Pemkot Banjarmasin sekarang sudah bagus. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan Pemkot Banjarmasin dalam membenahi Sungai Veteran dan sungai lainnya. Tentunya, yang paling prioritas adalah untuk mengantisipasi terjadinya banjir,” tambahnya.

Di sisi lain, Fikri menyebut sinergi sangat penting dalam hal ini Pemkot Banjarmasin mempersiapkan ketersediaan lahan sebagai bagian dari upaya pembenahan sungai.

“Tak dipungkiri, dalam membenahi sungai harus ada pembebasan lahan. Kami yakin sinergi dengan Pemkot Banjarmasin bisa segera menuntaskan pembebasan lahan tersebut untuk mempercepat pembenahan sungai,” pungkasnya. (oza)