Kondisi Gang Gandapura di Jalan Tembus Mantuil kian memprihatinkan. Amblesnya kian parah, kian menjorok ke sungai.

***

BANJARMASIN – Dahulu, jalan gang itu sempat diberi pagar pembatas dan dipasangi spanduk peringatan agar warga berhati-hati ketika melintas.  Sekarang, hanya tersisa sobekan spanduk. Mungkin karena terlalu lama menantikan perbaikan.

Gang Gandapura dihuni tiga rukun tetangga. RT 26, 27 dan 28 di Kelurahan Kelayan Selatan. Jalan ambles berada di RT yang disebut terakhir. Ketua RT 28, Eko Zulkifli menuturkan, kerusakan sudah berlangsung selama tiga tahun. Dan mengganggu perekonomian warga sekitar.

“Hendak berkegiatan pun sulit. Kontras sekali dengan kelurahan sebelah yang jalannya masih mulus dan bagus,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin (16/3) siang. Gang ini merupakan perbatasan antara Kelurahan Kelayan Selatan dan Kelayan Timur. Karena itu ia kerap menjadi jalan pintas. Disebutkan Eko, panjang jalan yang rusak mencapai 1,7 kilometer. Ambles pada 15 titik. “Tiap dua bulan sekali, kami gotong royong memperbaiki. Menguruk pasir dan bebatuan. Tentu tak bertahan lama,” jelasnya.

“Karena kiri dan kanan jalan tak disiring. Air sungai kerap menggerus bantaran,” sambungnya. Selain air pasang, gelombang dari lalu lalang perahu juga mempercepat abrasi. “Kami pernah mengecek, bagian bawah jalan tampak berongga. Tinggal menunggu saja sampai ambles seluruhnya,” terangnya.

Warga sekitar, Mujianto mengaku motornya pernah terjatuh saat membonceng istrinya. “Kejadiannya pagi hari. Saat berselisihan dengan penjual ayam. Beruntung tak jatuh ke sungai, hanya jatuh ke sawah saja,” kisahnya. Pria 53 tahun itu menjamin, dia bukan korban satu-satunya. Sudah banyak.

“Pernah ada warga tak mampu yang baru mendapat modal usaha. Dia menjajakan dagangannya di lingkungan ini,” ceritanya. “Malang, sampai dua kali dia jatuh di sini. Akhirnya dia menjadi jera berdagang,” lanjutnya. Dari RT 26 dan RT 27, jalannya tampak lebar, mulus dan beraspal. Tapi memasuki RT 28, jalannya kian menyempit.

Di depan, pada posisi jalan yang ambles, lebarnya hanya 3,5 meter. Makin ke ujung, lebarnya hanya tersisa 1,5 meter. Kembali kepada Eko, dia berharap, selain perbaikan dari pemko, jalan itu juga bisa dilebarkan. “Lebih utama lagi, disiring dulu. Agar ombak sungai tak langsung menghantam jalan,” tutupnya.

Usulan Masuk, Ayo Dikawal

PADA 29 Desember lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin menyatakan perbaikan jalan lingkungan di Gang Gandapura sudah direncanakan. Gembar-gembornya, proyeknya bakal dilelang awal tahun ini. Tahap pertama 500 meter. Pengaspalan dan penyiringan ruas yang terkena abrasi.

Taksirannya, diperlukan anggaran sekitar Rp2,4 miliar. Lalu, bagaimana kelanjutannya? Radar Banjarmasin mengecek laman Pengadaan Barang dan Jasa Elektronik (LPSE). Dari 19 paket yang dilelang sampai pertengahan Maret ini, tak ada tertera Gang Gandapura.Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Jalan PUPR, Agus Heri Jayadi mengaku tak bisa berkomentar. Alasannya, ia tergolong pejabat baru.

“Sebaiknya langsung pada ibu kadis saja. Saya masih baru di sini. Mohon maaf,” ujarnya lewat sambungan telepon (16/3). Sampai berita ini ditulis, Plt Kadis PUPR, Rini Subantari tak merespons pertanyaan wartawan. Namun, sehari sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memberikan kepastian.

“Dua hari yang lewat, saya sudah menginstruksikan kadis untuk turun ke lokasi. Insyaallah masuk. Apakah lewat APBD perubahan atau APBD tahun depan,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (15/3). “Buat yang runtuh (ambles) segera ditangani,” tambahnya.

Sepengetahuan Ketua RT 28 Kelayan Timur, Eko Zulkifli, usulan perbaikan sudah disampaikan dalam musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Tanggapannya, akan diperbaiki tahun ini. Didukung surat nomor 500/062/KS-BS/III/2022 yang dikeluarkan kelurahan, tentang pemberitahuan pelaksanaan proyek. Surat itu diterima Eko kemarin.“Semoga saja tahun ini benar-benar dikerjakan. Tinggal dikawal saja,” kata Eko. (war/at/fud)