Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi tahulah pian? Adat Banjarpunya nasi khas yang tak kalah spesial. Namanya nasi astakona. Penyajian nasi astakona terbilang unik. Ditempatkan pada wadah bertingkat ganjil yang terbuat dari kuningan. Berisi berbagai macam panganan khas Kalimantan Selatan.

Dikutip dari buku Nasi Astakona yang diterbitkan Pemko Banjarmasin & TP-PKK Kota Banjarmasin tahun 2018 lalu, istilah “astakona” berasal dari sastra Indonesia lama, yang berarti segi banyak. Nasi astakona adalah gambaran dari banyaknya sajian yang dihidangkan pada sebuah wadah atau talam yang bertumpang banyak. Talam sendiri adalah baki berkaki. Biasanya terdiri dari 3 atau 5 tingkat.

Nasi ini berasal dari tradisi kesultanan Banjar. Biasa disajikan untuk upacara tertentu atau pun untuk dihidangkan untuk tamu kehormatan. Nasi ini juga disediakan untuk momen pertemuan atau “bededapatan”.

Nasi astakona juga disajikan untuk santap bersama bagi pengantin setelah betatai atau bersanding di pelaminan. Disuguhkan untuk kedua mempelai, kemudian dibagikan pula untuk para undangan.

Kini, keberadaannya bisa disebut langka. Tak ingin kehilangan warisan budaya unik ini, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menetapkan nasi astakona sebagai makanan khas daerah dari Kota Banjarmasin. Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota nomor 811 Tahun 2017.

Tujuannya agar mendorong semua kalangan untuk menjadikan menu masakan ini pada acara-acara penting. Baik syukuran, penyambutan tamu, kegiatan khusus lingkup pemerintahan dan masyarakat umum.

Nasi astakona umumnya terdiri dari tiga komponen makanan. Yaitu nasi, lauk-pauk, dan buah-buahan. Detilnya, nasi yang dipakai terdiri dari beberapa pilihan. Seperti nasi kabuli, nasi kuning atau nasi buchari. Untuk komponen lauk, terdiri dari berbagai jenis. Seperti ayam lenggang kencana, atau ayam utuh yang dimasak dengan bumbu opor. Kemudian sambal goreng daging dan kentang, sate hati babakong, udang galah goreng, ikan acar kuning, rabuk atau abon haruan, otak-otak ikan pipih, ubi dibungkus telur dadar, telur bumbu rujak dan irisan telur dadar.

Sementara untuk sayuran, biasanya terdiri dari acar manis dan sayur acar kuning. Tomat, mentimun dan cabai besar juga biasa dimanfaatkan sebagai penghias sajian. Begitu juga dengan seledri dan bawang goreng.

Tata cara pengambilan nasi astakona dengan cara disanduk atau dikaut. Yakni diambil dengan menggunakan sendok besar. Biasanya dimulai oleh tetuha atau orang kehormatan terlebih dahulu.

Sandukan pertama ini disuguhkan kepada tamu atau orang yang dihormati. Biasanya terdiri dari 3-5 orang. Setelahnya barulah para undangan mengambil atau menyanduk sendiri. Fakta menarik lainnya, nasi astakona terbesar meraih rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) pada 2018 lalu.

Dalam Festival Kuliner Banjar 2018 itu, nasi astakona disajikan dalam talam raksasa berdiameter 7,8 meter, dengan tinggi mencapai 2 meter. Diolah oleh 150 orang dari berbagai organisasi perempuan di Banjarmasin. (tia/by/ran)