Wajah Raudatul Jannah tampak semringah. Suaminya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengucapkan selamat kepadanya pada pelantikan Jabatan Tinggi Pratama (JPT) Pratama Pemprov Kalsel di Mahligai Pancasila. Raudatul dilantik sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel. Jabatan ini sempat kosong setelah ditinggal Ina Yuliani yang dilantik sebagai administrator di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel. “Selamat, khususnya buat ibu (Raudatul),” ucap Sahbirin.

Selain Raudatul, dia juga melantik 15 pejabat tinggi pratama lain yang, mana 10 diantaranya adalah hasil dari seleksi lalu. Pelantikan JPT ini adalah yang ketiga kalinya dalam satu bulan terakhir. Sebelumnya telah dilakukan pelantikan pejabat pengawas, disusul pejabat administrator. 

“Pelantikan demi pelantikan ini merupakan respons terhadap banyaknya jabatan kosong yang ditinggal oleh pejabat yang memasuki masa purna tugas, sehingga memberikan dampak yang kurang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Sahbirin kemarin.

Ia juga meminta pejabat baru dilantik memahami tugas fungsi masing – masing dan mengkaji program seteliti mungkin sekaligus mengingatkan korelasi dengan visi misi Pemprov Kalsel yakni Kalsel Maju. “Saya ingatkan pada periode kedua kepemimpinan, adalah Kalsel Maju, pada periode pertama lalu adalah Kalsel Mapan,” kata Paman Birin.

Karena itu Paman Birin minta pejabat dilantik menunjukkan dedikasi loyalitas amanah dalam rangka mendukung program pemerintahan yang ia pimpin yaitu mewujudkan Kalsel Maju.“Jalankan program pembangunan yang telah digariskan secara terukur dan rapi, serta jauhi korupsi, semoga kita dapat wujudkan Banua Maju,” harap Paman Birin.

Nama-nama yang dilantik, terdapat dua orang yang bukan berasal dari pejabat teras Pemprov Kalsel. Mereka datang dari Pemkab Banjar. Yakni, Diauddin yang dilantik sebagai Dinas Kesehatan Kalsel. Sebelumnya dia adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkab Banjar.

Menyebut nama Diauddin, dia bukan orang baru di bidang kesehatan. Sebelum menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkab Banjar, dia lama menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Banjar. Sejak tahun 2020.

Selain dia, ada nama Ahmad Solhan yang dilantik sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel. Sebelumnya, dia adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Banjar. Solhan juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Banjar.

Nama lain yang dilantik kemarin, ada juga nama Mujiyat yang digeser ke Kepala BPSDM Kalsel yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPBD Kalsel, dan Gusti Rahmat bekas Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel yang dilantik sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kalsel. Nama lainnya (lihat grafis).

Usai dilantiknya 10 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemprov Kalsel kemarin, dalam waktu dekat pemprov akan melaksanakan seleksi atau lelang jabatan kembali untuk tiga JPT Pratama yang saat ini kosong.

Tiga jabatan setingkat eselon II itu adalah, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Asisten III Administrasi Umum Setdaprov Kalsel dan Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah Kalsel. “Karena ada yang pensiun dan pergeseran, akan dilelangkan kembali dalam waktu dekat,” beber Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Syamsir Rahman kemarin.

Seleksi di tiga JPT ini pun sudah mendapat restu dari gubernur. BKD Kalsel sebutnya, tinggal mengirim surat pemberitahuan kepada Komisi ASN untuk melakukan seleksi terbuka kembali. “Secepatnya untuk tiga jabatan itu kami laporkan,” tukasnya.

Lalu bagaimana dengan jabatan lain yang saat ini juga tengah kosong? Seperti Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Dinas PUPR Kalsel serta BKD Kalsel. Tiga jabatan ini sempat menjadi pertanyaan lantaran tak ikut dilelangkan pada awal Maret lalu.

Praktis pejabatnya pun hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Contohnya Kepala Dinas PUPR, Plt-nya adalah Roy Rizali Anwar, Plt Kepala Bakeuda Kalsel, Dinansyah dan Plt Kepala BKD Kalsel, Syamsir Rahman. Syamsir mengatakan, untuk tiga jabatan ini, pihaknya belum mendapat perintah dari gubernur.

Namun, dia memprediksi tiga jabatan itu akan dilelangkan berbarengan dengan jabatan lain yang akan kosong karena akan purna tugas. Seperti Kepala Dinas Perhubungan, Sekretaris Dewan Provinsi Kalsel serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalsel. “Rencananya bulan Juni nanti. Bisa jadi seleksinya berbarengan dengan yang kosong nanti, tunggu saja,” imbuhnya. (mof/hms/by/ran)