Seusai korban melapor ke kantor polisi, beberapa jam berselang, pelaku ditangkap di Jalan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur. Ditangkap sekitar pukul 21.15 Wita. Ceritanya, sore itu korban meminta pelaku untuk membagi jam kerja. Agar bisa bergantian secara adil.

Pelaku kemudian memutuskan, pada malam hari Rizky lah yang berjaga. Sedangkan siang hari giliran Ari. Korban menolak dan meminta jadwalnya diatur ulang. Sebab, pengunjung warung itu lebih ramai pada siang hari. Berbeda dengan malam hari yang lebih sepi.

Rizky khawatir penghasilannya bakal njomplang. Tapi Ari ngotot, menolak mengubah keputusannya. Situasi pun memanas. Diawali ribut mulut, diakhiri adu jotos. Tapi dengan perawakan yang lebih kecil, korban kalah telak.

Tersungkur, pelaku membanting bahkan mencekik lawannya. Sampai wajah korban berdarah-darah. Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur, AKP Timur Yono yang memimpin operasi penangkapan mengatakan, pelaku bersikap kooperatif saat ditangkap.

“Dia bersembunyi di rumah kerabatnya di kawasan Sungai Bilu Laut,” ujarnya (23/5). “Korban dibantingnya. Dibenturkan ke aspal sampai berdarah,” tambahnya.

Ditambahkan Timur, Ari mengakui semua perbuatannya di depan penyidik. Dijerat dengan pasal 351 KUHP. Ancamannya kurungan maksimal 2 tahun 8 bulan. (lan/az/fud)