BANJARBARU - Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono didampingi Kepala DP2KBPMP2A, Sri Lailana dan perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Ardani menghadiri Acara Sosialisasi Panduan Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting Kota Banjarbaru. Bertempat di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru pada Rabu (25/5).

Dalam acara, Tampak peserta Sosialisasi Panduan Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting Kota Banjarbaru.

Wakil Wali Kota Banjarbaru dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi panduan verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting adalah sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Banjarbaru.

"Dan saat ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sudah mengerahkan 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu tim pendamping keluarga, untuk menekan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024," katanya.

Dilanjutnya, saat ini keluarga berisiko stunting di Indonesia berdasarkan pendataan keluarga 2021, jumlahnya mencapai 21,9 juta keluarga. Data keluarga berisiko stunting dinamis dari waktu ke waktu.

"Maka dari itu memerlukan verifikasi, validasi, dan sekaligus pemutakhiran, agar pemerintah mempunyai data sasaran yang valid dan akurat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran pendampingan keluarga maupun intervensi terhadap keluarga berisiko stunting," tegasnya.

Wakil Wali Kota Banjarbaru menilai pelaksanaan sosialisasi ini sangatlah penting untuk meningkatkan pemahaman serta untuk keakuratan hasil data kondisi di daerah sebagai upaya untuk mencegah kesalahan dalam penanganannya nanti.

"Karena penurunan stunting memerlukan intervensi penanganan yang terpadu dari semua instansi. Baik vertikal maupun perangkat daerah, swasta dan masyarakat serta keluarga. Hal ini agar mencakup intervensi gizi spesifik dan sensitif yang melibatkan pendekatan multi sektor melalui sinkronisasi program baik skala nasional, lokal dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah," bebernya.

Sementara itu Ela Coryani selaku panitia menyampaikan bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan ini adalah agar para kader KB tim pendamping keluarga dapat mengerti mekanismenya. Termasuk tentang verifikasi dan validasi mengingat waktu yang diberikan sangat terbatas serta tidak tersedianya anggaran.

"Maka kami sampaikan bahwa seharusnya yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini hanya satu orang Per Kelurahan sedangkan kita Kota Banjarbaru terdiri dari 166 tim kader KB yang akan melakukan verifikasi dan validasi (vervali) data keluarga yang berisiko stunting (KRS). Maka dari itu kami memohon maaf jika dalam pelaksanaan vervali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan," ungkapnya.

Menurutnya, vervali ini sangat penting untuk data by name by address yang dapat dipakai sebagai acuan tim percepatan penurunan stunting. Sehingga para kader KB sebagai anggota tim pendamping keluarga diharapkan dapat melaksanakan verifikasi dan validasi dengan baik sesuai dengan mekanisme dan tata cara pengisian instrumen vervali. (rvn/ij/bin)