Banyaknya tunggakan atau kredit macet oleh nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kantor Cabang Pelaihari, membuat pihak BRI melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Laut (Tala). Jadi siap-siap saja, bagi nasabah yang kreditnya bermasalah, jika tidak segera menyelesaikannya, bisa berurusan dengan jaksa.

Pimpinan BRI Cabang Pelaihari, Siloatenung Tagah mengungkapkan pihaknya sangat memerlukan pendampingan dari Kejari Tala, khususnya berkenaan dengan kredit bermasalah. Apalagi di Kabupaten Tala ini kredit bermasalah cukup besar, berkisar milyaran rupiah.

“Setelah kami mempelajarinya, memang harus didampingi pihak Kejaksaan yang memang sangat memahami,” ucapnya, Jumat (3/6) usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kejari Tala. 

Siloatenung ingin setelah dilakukan kerja sama ini pengembalian uang negara dapat lebih optimal lagi, mengingat uang yang pihaknya gunakan berasal dari khas negara. “Hal itulah yang perlu kita selamatkan,” bebernya.

Adapun objek kredit bermasalah di Tala, sebutnya, didominasi agunan rumah tinggal. “Kredit bermasalah ada berupa perorangan, badan usaha dan perusahaan dengan skala tidak terlalu besar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Tala Ramadani mengatakan kerja sama yang dilakukan pihaknya hari ini, nantinya akan ditindaklanjuti oleh di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kejaksaan nantinya akan mendampingi pihak BRI hingga ke unit-unit paling bawah.

“Kerja sama ini terkait dengan permasalahan hukum yang menyangkut kredit macet dari perorangan maupun yang lainnya sebagai nasabah BRI,” tutupnya. (sal/yn/bin)